Kepala SMKN 2 Padang Sudah Minta Maaf, Begini Akhirnya Nasibnya, Semoga Bisa Tidur Nyenyak

Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi (kiri). Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi, akhirnya meminta maaf atas viralnya siswi non muslim di sekolahnya yang dipaksa memakai jilbab.


Permintaan maaf itu disampaikan Rusmadi setelah peritiwa itu viral dan panen kecaman dari banyak pihak.

“Selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Padang, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran staf bidang kesiswaan dan bimbingan konseling dalam penerapan aturan dan tata cara berpakaian bagi siswi,” kata Rusmadi, dalam konferensi pers pada Jumat (22/1) kemarin.

Ia berharap, agar Jeni Cahyani Hia yang kini duduk di kelas X OTKP 1 tetap bersekolah seperti biasa.


“Kami berharap, kekhilafan dan simpang siur informasi di media sosial dapat kita selesaikan dengan semangat kesamaan dalam keberagaman,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Adib Alfikri mengaku baru menerima kabar peristiwa itu pada Jumat pagi dan langsung membentuk tim ivestigasi ke SMKN 2 Padang.

“Jika nanti ditemukan ada aturan atau praktik-praktik yang di luar ketentuan, saya akan ambil tindakan tegas,” ujar Alfikri.

Pihaknya juga memastikan tidak ada aturan yang mewajibkan atau memaksa siswi memakai jilbab.

“Saya perintahkan, tidak ada diskriminatif. Jika ada akan kami proses sesuai atuan yang berlaku,” tegasnya.

Agar tidak terulang, pihaknya juga akan membuat surat edaran resmi dan mengkaji ulang serta merevisi jika ditemukan aturan yang keliru.

Sementara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan, pihak yang terbukti terlibat dalam peristiwa itu harus mendapat sanksi.

Nadiem juga memastikan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir guru dan kepala sekolah yang melakukan pelanggaran dalam bentuk intoleransi tersebut.

Ia mengungkap, sejak menerima laporan peristiwa ini, Kemendikbud sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Untuk segera mengambil tindakan tegas,” tegas Mendikbud dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Minggu (24/1).

“Saya apresiasi gerak cepat pemda terhadap pihak-pihak yang terbukti melakuan pelanggran,” sambungnya.

Nadiem pun meminta kepada pemda setempat, sesuai dengan mekanisme yang berlaku, agar segera memberikan sanksi tegas atas pelanggaran displin kepada seluruh pihak yang terbukti terlibat.

“Termasuk kemungkinan menerapkan pembebasan jabatan agar masalah ini jadi pembelajaran bersama kedepan,” tegasnya lagi.

(ruh/pojoksatu)