Kapolri Baru Listyo Hidupkan Pam Swakarsa, Munarman: Marsose dan Centeng-centeng

Mantan Sekretaris Umum FPI Munarman. Foto JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapolri baru Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo berencana kembali menghidupkan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa).

Rencana yang diungkap Listyo pada fit and proper test di depan Komisi III DPR RI itu pun menuai kiritk dan protes dari banyak pihak.

Salah satunya bahkan datang dari mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Salah satu alasannya, Pam Swakarsa itu dikhawatirkan akan mengulang peristiwa kelam di masa lalu.


Saat itu, yang terjadi adalah konflik antara masyarakat dengan masyarakat.

Ia mencontohkan penerapan Pam Swakarwa yang sudah pernah dilakukan di zaman kolonial Belanda.

Penerapan Pam Swakarsa saat itu, malah memicu adu domba antar masyarakat.

“Ingat, dulu personel marsose dan centeng-centeng pengusaha Belanda juga dari kalangan pribumi,” ingatnya dihubungi wartawan, Senin (25/1/2021).

Kondisi yang sama, kata Munarman, juga terjadi saat Orde Lama.

Saat itu, kata dia, pemimpin nasionalisme, agama, dan komunisme (Nasakom) menjadikan pemuda dan Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) sebagai ujung tombak menghancurkan lawannya.

“Lalu di tahun 2019–2020 ini yang katanya zaman milenial, kita saksikan ada banyak orang gila meneror ulama,”

“Salah satunya seperti yang terjadi pada almarhum syekh Ali Jaber,” ujarnya.

Karena itu, anak buah Habib Rizieq Shihab ini menilai bahwa rencana Kapolri baru itu hanya akan mengulang peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau.

“Ini pengulangan sejarah. Politik devide et impera, adu domba sesama rakyat,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam fit and proper test di Komisi III DPR RI, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan kembali mengaktifkan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa.

“Ke depan, tentunya Pam Swakarsa perlu diperanaktifkan dalam mewujudkan harkamtibmas, jadi kita hidupkan kembali,” ujar Listyo.

Bahkan, Listyo menjanjikan pelaksanaan Pam Swakarsa akan diintegrasikan dengan teknologi dan fasilitas di Polri.

“Tentunya kita integrasikan dengan perkembangan teknologi dan informasi fasilitas-fasilitas yang ada di Polri,” sambungnya.

“Sehingga kemudian bagaimana Pam Swakarsa ini bisa tersambung atau terkoneksi dengan petugas-petugas kepolisian,” kata Listyo.

(ruh/pojoksatu)