Dibeberkan YLBHI, Rencana Calon Kapolri Komjen Listyo Itu Berbahaya Sekali, Bisa Lahir Ormas Kekerasan

Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto JawaPos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rencana calon Kapolri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang menghidupkan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) yang diintegrasikan dengan teknologi dan fasilitas, adalah sangat berbahaya sekali.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati kepada JPNN.com, Jumat (22/1/2021).

“Itu buruk sekali dan potensi konflik horizontal,” tegasnya.

Asfinawati juga menyebut, diksi mengintegrasikan dengan teknologi yang dimaksud Listyo yakni memberikan akses Pam Swakarsa dengan teknologi Polri.


Hal inilah yang disebutnya menjadi potensi terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

“Apakah mereka dibuat data base atau bisa mengakses fasilitas teknologi Polri seperti penyadapan dan lainnya,”

“Jika yang kedua ini, artinya mempersenjatai sipil. Jadi abuse of power ini,” beber dia.

Dalam sejarah politik Indonesia, bebernya, Pam Swakarsa digunakan untuk memukul gerakan kritis masyarakat, termasuk demonstrasi.

Pam Swakarsa, sambungnya, juga kemudian menajdi cikal bakal beberapa organisasi kemasyarakatan yang kerap menggunakan kekerasan.

“Ini aneh, karena dalam UU Ormas sudah ditegaskan ormas tidak boleh melakukan tindakan seperti penegak hukum,” tegasnya.

“Tetapi ini malah bertentangan dengan aturan ormas,” kecam dia.

Sebelumnya, calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan akan mengaktifkan kembali Pam Swakarsa.

Pam Swakarsa itu akan diintegrasikan dengan perkembangan tekonologi informasi dan fasilitas-fasilitas.

Dalam pemaparannya saat fit and proper test kemarin, Listyo juga mengusung ‘Presisi’.

Yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Itu berbeda dengan konsep ‘Promoter’ yang diusung dua Kapolri sebelumnya.

Yakni profesional, modern, dan tepercaya. Konsep ‘Promoter’ itu diusung oleh Tito Karnavian dan Idham Azis.

(jpnn/ruh/pojoksatu)