Komisi IV DPR RI Bongkar Penyebab Banjir Kalsel: Negara harus Berani dan Tegas, Kalau Tidak…

Wakil Ketua komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Banjir Kalimantan Selatan terjadi akibat kerusakan lingkungan yang diakibatkan kegiatan eksploitasi hutan dan pertambangan ilegal.

Hal itu diungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, melalui sambungan telepon, Selasa (19/1/2021).

“Data yang ada di kami (Komisi IV DPR RI) baik itu kerusakan hutan maupun kerusakan akibat tambang illegal mencapai 17 Juta hektare. Terluas ada di wilayah Kalimantan,” ungkap Dedi Mulyadi.

Ekspoitasi hutan dan tambang ilegal itu jelas sangat berdampak pada lingkungan alam di wilayah tersebut.


Salah satunya, banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Dengan demikian, negara pun menjadi dua kali dirugikan.

“Pertama kerusakan alam yang bisa merugikan ratusan triliunan rupiah. Kedua, tidak ada pendapatan sepeserpun karena ilegal hutan dan pertambangan,” bebernya.

Karena itu, ia meminta pemerintah mengambil tindakan tegas dengan tindakan hukum terhadap pelaku eksploitasi hutan dan pertambangan ilegal.

Bukan hanya di Kalimantan Selatan, tapi juga di seluruh wilayah di Indonesia.

“Butuh tangan kuat dari negara untuk menyelamatkannya, segera proses secara hukum para perusak lingkungan tersebut,” tegasnya.