Singgah di Rumah Ibu, Ustadz Das’ad Latif Selamat dari Reruntuhan Hotel Gempa Mamuju

Ustad Das'ad Latif
Ustad Das'ad Latif

POJOKSATU.id, SULBAR— Ustadz Das’ad Latif selamat dari reruntuhan hotel Maleo akibat gempa 6,2 SR di Mamuju, Sulawesi Barat. Seharusnya Das’ad menginap di hotel itu saat terjadi gempa Jumat dinihari (15/1/21).


Ustadz Das’ad Latif nyaris menjadi korban gempa Mamuju magnitudo 6,2 SR di Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) sekira pukul 01.28 WIB.

Sesuai jadwal, Ustadz Das’ad mendapat jadwal memberikan tausiah di Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (15/1) siang.

Ustadz Das’ad berangkat melalui jalur darat dari Makassar, Sulsel pada Kamis (14/1).


Namun karena kangen dengan orangtuanya di kampung, sehingga dia pun memilih singgah di rumah orangtuanya terlebih dahulu.

Ia pun singgah di rumah orangtuanya di Desa Bungi, Kabupaten Pinrang. Setelah beberapa jam di rumah orangtuanya, Ustadz Das’ad lalu melanjutkan perjalanan lagi menuju Mamuju.

“Jadwal saya kan ngasih tausiah di kantor Gubernur Sulsel. Saya nginap di Hotel Maleo yang runtuh itu. Karena naik darat, saya bezuk orangtua dulu. Subahanalloh, berbagai macam cara Allah lindungi saya,” katanya.

“Ketika gempa semalam terjadi, saya di perjalanan. Kurang lebih 20 menit lagi sampai ke Hotel Maleo. Ternyata karena saya singgah di rumah orangtua. Saya terhindar dari reruntuhan,” jelasnya di depan sebuah bangunan runtuh.

Melalui video yang beredar di media, salah satunya diunggah Fajar.co.id, Ustad Das’ad Latif meminta agar kejadian gempa Mamuju ini tidak disangkutpautkan dengan politik.

Video ini direkam di Mamuju Sulawesi Tenggara di depan sebuah bangunan yang runtuh akibat gempa 6,2 SR.

“Jangan lagi ada intrik politik. Ini musibah. Tidak ada yang ingin mengalami hal ini. Ini di luar kemampuan manusia,” katanya.

“Allah berikan cobaan agar kita istiqomah di jalan Allah. Musibah ini juga menguji kepedulian kita sebagai manusia,” jelasnya.

 

(ral/pojoksatu)