Petugas Kembali Identifikasi Satu Korban Sriwijaya Air SJ-182, Pramugari Yakni Isti Yudha Prastika

Konferensi pers tim DVI Mabes Polri korban Sriwijaya Air SJ182 (mufit)
POJOKSATU.id, JAKARTA- Satu dari enam jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang terindentifikasi hari ini merupakan seorang Pramugari.
Korban tersebut atas nama Isti Yudha Prastika. Berdasarkan keterangan dari data manifest Sriwijaya Air, Mia menempati nomor 33 dan bertindak di dalam pesawat tersebut sebagai penumpang.
“Atas nama Isti Yudha Prastika, ini perempuan berumur 34 tahun,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati, Jumat (15/1).
Adapun Isti dapat teridentifikasi melalui pencocokan sidik jari. Sesuai data dari KTPnya, Isti beralamat di Reni Jaya, Blok K 3/11, RT 01, RW 06, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten Rusdi menambahkan, hingga saat ini Tim DVI sudah menerima 155 kantong jenazah dan 140 sampel DNA dari keluarga korban.
“Sampai sore hari ini tim juga telah menerima 155 kantong jenazah dan juga untuk sampel DNA kami telah menerima 140 sampel, ini untuk 62 korban,” ujar Rusdi.
Diketahui, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ182 hilang kontak pada Sabtu, pukul 14.40 WIB. Pesawat diperkirakan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Pesawat itu membawa penumpang 46 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, pilot-kopilot, satu petugas keselamatan penerbangan dan tiga awak kabin.
Adapun Tim DVI juga berhasil mengidentifikasi 12 korban. Keduabelas korban tersebut, yakni atas nama Okky Bisma, laki-laki usia 29 tahun, Fadly Satrianto, laki-laki usia 39 tahun. Lalu, Khasanah, perempuan usia 50 tahun, Asy Habul Yamin, laki-laki usia 36 tahun, Indah Halimah Putri, perempuan, usia 26 tahun serta Agus Minarni, perempuan, usia 47 tahun.
Kemudian, atas nama Ricko (32), Ihsan Adhlan Hakim (33), Supianto (37), Pipit Piyono (23), Mia Tresetyani (23), dan Yohanes Suherdi (37).

(dhe/pojoksatu/jpnn)