Harapan Keluarga Korban Sriwijaya Air Rahmania Ekananda, ‘Ingin Segera Dapat Kepastian’

Brigjen Hudi S Kapus Hinavis RS Polri

POJOKSATU.id, JAKARTA- Keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air, Rahmania Ekananda (40) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, masih menunggu hasil tes DNA dari temuan korban pesawat yang sudah didapatkan.


“Harapan keluarga semua ini cepat selesai, cepat ditemukan, dicocokkan,” kata Dwi Agung, paman Rahmania Ekananda, di Kediri, Senin (11/1).

Ia mengatakan, keluarga ingin secepatnya mendapatkan kepastian terkait dengan Rahmania Ekananda dan dua anaknya serta satu pengasuh yang menjadi penumpang di pesawat tersebut.

Rahmania mengajak serta dua anaknya dan pengasuh menemui suami yang kini bertugas di Lanud Supadio, Pontianak.


Dirinya juga terus mendampingi sang kakak, yang juga ibunda dari Rahmania Ekananda, yakni Nanik Mardiyah. Hingga kini, kakaknya itu masih sangat shock dengan kejadian yang menimpa anak pertamanya itu.

Sedangkan untuk keperluan urusan administrasi di Jakarta, kata dia, keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya pada anak kedua dan ketiga dari Nanik. Saat ini, Nanik hanya menunggu di rumahnya, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

“Ada nomor telepon anaknya di Jakarta dan sekarang masih di Jakarta. Itu nanti yang mengurus dan kami tunggu informasi dari adik-adiknya,” kata Dwi.

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, mengambil sampel darah serta buccal swab dari ibunda Rahmania Ekananda.

“Kami ambil sampel kepada ibu kandung korban atas nama Rahmania Ekananda. Yang kami ambil berupa buccal swab dan darah dari ibu korban,” kata Kaur Biddokes DVI Polda Jawa Timur drg Yurika Artanti.

Dari hasil pengambilan sampel itu nantinya akan dikirimkan ke laboratorium DNA di Jakarta di Pusdokkes Polri. Proses pengirimannya akan dibantu dari TNI AU yang akan mengirimkan sampel tersebut ke Jakarta.

Sampel itu nantinya akan dicocokkan dengan DNA korban yang ditemukan. Korban saat ini sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

Kecelakaan terjadi pada pesawat Sriwijaya Air, Sabtu (9/1). Sesuai dengan jadwal, pesawat berangkat jam 14.36 WIB dan tiba di Pontianak jam 15.44 WIB. Mundur dari jadwal seharusnya, jam 13.35 WIB karena faktor cuaca. Namun, pesawat mengalami lost contact pada jam 14.44 WIB dengan titik terakhir di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu Jakarta.

Sementara itu, di rumah keluarga almarhum, di Kabupaten Kediri, juga terdapat keluarga yang terus mendampingi Nanik. Selama ini, Nanik tinggal seorang diri, tiga anaknya di luar kota semua.

Namun, beberapa rekan korban sempat datang ke rumah duka mengucapkan bela sungkawa. Mereka mengenang kebaikan korban yang sering memberikan bantuan.

(dhe/pojoksatu/ant)