Anggota DPR Minta Penembakan 4 Laskar FPI Dalam Mobil Diperjelas Komnas HAM

Rekonstruksi penembakan enam laskar FPI di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM50. Foto: Ega/PojokKarawang.com

POJOKSATU.id, JAKARTA— Anggota Komisi III DPR Taufik Basari meminta polisi dan Komnas HAM lakukan pengujian lanjutan atau mengkaji hasil autopsi 4 laskar FPI yang tewas di mobil polisi.


Seperti diketahui, Komnas HAM telah menemukan bukti baru soal penembakan enam anggota Front Pembela Islam( FPI) yang meninggal dunia di Tol Karawang oleh aparat kepolisian.

Temuan Komnas HAM menemukan telah terjadi peristiwa penyerangan bersenjata terhadap aparat kepolisian yang sedang bekerja sehingga mengakibatkan tewasnya 2 orang laskar FPI.

Selain itu, Komnas HAM juga menemukan fakta bahwa 4 orang laskar FPI tewas ditembak di dalam mobil yang dibawa polisi.


Sehingga terdapat 2 peristiwa dalam konteks yang berbeda.

Merespons hasil investigasi itu, anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari meminta pihak kepolisian harus melakukan pengujian lanjutan dengan mengkaji hasil autopsi terhadap empat tubuh korban laskar FPI yang tewas di dalam mobil.

“Mengkaji hasil uji balistik untuk memastikan beberapa hal antara lain; Satu, sisi lubang peluru di tubuh 4 korban. Dua, letak sisa tembakan yang menembus di dalam mobil jika ada. Tiga, Jarak dan posisi tembakan. Empat, dalam keadaan bagaimana penembakan di mobil tersebut dilakukan,” katanya kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Selanjutnya, dia juga meminta penyidik menguji apakah benar ada perlawanan dari korban sehingga harus dilakukan penembakan.

Selain itu, politisi Nasdem itu mengatakan Polri juga perlu mengusut senjata siapa yang digunakan menembak 4 laskar FPI di dalam mobil tersebut.

Termasuk, oknum personel polri yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kejelasan mengenai peristiwa penembakan 4 orang di dalam mobil inilah yang dibutuhkan untuk memastikan apakah terdapat unlawfull killing dalam peristiwa tersebut,” katanya.

Pihaknya berharap, agar ada koordinasi antara dua lembaga tersebut agar dapat menemukan titik terang.

“Saya berharap koordinasi antara pihak Kepolisian dengan Komnas HAM dapat dilanjutkan dan dapat berjalan dengan baik demi memastikan terang dan jelasnya peristiwa ini,” katanya.

Berita sebelumnya, Taufik Basari mengatakan temuan Komnas HAM masih selaras dengan rekonstruksi Bareskrim Polri. Khusus penembakan 4 orang di mobil, mesti didalami.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI ini, hasil investigasi Komnas HAM pada kasus penembakan 6 laskar FPI merupakan dokumen hukum yang harus ditindaklanjuti pihak Kepolisian.

Temuan Komnas HAM menemukan telah terjadi peristiwa penyerangan bersenjata terhadap aparat kepolisian yang sedang bekerja sehingga mengakibatkan tewasnya 2 orang.

Selain itu, Komnas HAM juga menemukan fakta bahwa 4 orang lainnya yang ditembak di dalam mobil yang dibawa Polisi. Sehingga terdapat 2 peristiwa dalan konteks yang berbeda.

Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari mengatakan, hasil temuan Komnas HAM harus dijadikan sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut terhadap peristiwa penembakan terhadap enam anggota FPI itu.

“Hasil investigasi Komnas HAM merupakan dokumen hukum yang harus ditindaklanjuti karena Komnas HAM adalah lembaga negara yang bekerja berdasarkan UU,” ucap Taufik Basari kepada wartawan, Jumat (8/1).

Politisi Partai Nasdem ini menambahkan, temuan Komnas HAM sebenarnya masih selaras dengan rekonstruksi yang dilakukan pihak Kepolisian.

“Namun khusus untuk penembakan 4 orang di dalam mobil mesti didalami oleh pihak Kepolisian dengan penyelidikan lanjutan mengenai bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi dengan menggunakan metode scientific investigation,” katanya.

(rmol/pojoksatu)