Drone Asing di Selayar, Pengamat Militer Singgung Kemungkinan Perang

Drone bawah laut yang ditemukan di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Foto repro mediaselayar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Drone bawah laut di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, akhir Desember lalu merupakan Unmanned Underwater Vehicle (UUV) berlabel Shenyang Institute of Automation Chinese Academic of Sciences.


Itu merupakan platform khusus yang dirancang untuk mendeteksi kapal-kapal selam Non-China.

Selain itu juga merekam semua kapal-kapal yang beroperasi di perairan Asia Tenggara dan Laut Cina Selatan.

Demikian disampaikan pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati dalam keterangannya.


Bahkan, ia menyebut bahwa wilayah Indonesia sudah menjadi area adu kekuatan militer dua negara.

“Penemuan UUV ini juga menunjukkan bukti bahwa perairan Indonesia menjadi area adu kekuatan militer antara Cina dan Amerika Serikat berikut sekutunya,” bebernya.

Diakuinya, UUV dimaksud masuk dalam kategori platform penelitian bawah laut.

Tapi tidak menutup kemungkinan China atau negara lain sudah meluncurkan USSV (Unmanned Sub-Surface Vehicle) yang membawa persenjataan.

Perempuan yang akrab disapa Nuning ini membeberkan, UUV yang ditemukan dalam keadaan malfunction, bukan expired.

“Artinya, ada kendala teknis di dalam sistemnya,” ungkap dia.