Menag Gus Yaqut Apresiasi Istighosah KBRI Korsel, Ini Patut Dicontoh di Tanah Air

Gus Yaqut usai resmi dilantik Presiden Jokowi sebagai Menteri Agama RI di Istana Negara, Rabu (23/12/2020). Foto BPMI Setpres

POJOKSATU.id, JAKARTA — Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi acara istighosah atau doa bersama yang digelar KBRI Seoul bersama Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Indonesia (FORKOMASI).

KBRI Seoul bersama FORKOMASI menggelar Istighosah Kubro dengan tema “Berjuta Doa dari Korea untuk Indonesia dan Dunia,” Sabtu (2/1).

Acara yang digelar secara virtual itu dibuka langsung Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.

“Istighosah atau doa bersama yang sejatinya merupakan tradisi NU, tapi Alhamdulilah yang dilakukan masyarakat Indonesia di Korea Selatan kali ini juga diikuti oleh Muhammadiyah, bahkan Ketua Persatuan Gereja Indonesia di Korsel dan seluruh elemen masyarakat,” kata Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas.


“Ini patut dicontoh dan diterapkan di Tanah Air,” ujar Menag yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Menag berpesan agar seluruh masyarakat Indonesia di Korea Selatan senantiasa menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa Indonesia.

“Keragaman bukan sumber perpecahan. Karena apapun agamanya pasti akan mengajarkan kebaikan dan kasih sayang, serta apapun yang dilakukan pada ujungnya adalah untuk perdamaian,” jelas Gus Yaqut.

Terkait dengan keputusan Pemerintah RI membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI), Menag meminta dukungan semua pihak atas keputusan itu.

“Pemerintah menjamin kebebasan berserikat dan berorganisasi. Tapi kebebasan yang seseorang atau suatu organisasi dibatasi oleh kebebasan orang lain dan juga kebebasan organisasi yang lain. Kebebasan berorganisasi juga tak boleh terlepas dari landasan negara kita yaitu Pancasila dan UUD 45,” ujar Menag.

Istighosah Kubro digagas untuk bermunajat bersama agar pandemi Covid-19 di Tanah Air dan di dunia segera berlalu.

Setahun telah berlalu, namun pandemi ini belum juga berakhir. Masyarakat Indonesia di Korea Selatan sudah sangat rindu untuk berkumpul, beribadah dan mempererat tali persaudaraan sesama WNI di rantau.

Acara Istighosah dihadiri tak kurang dari dua ratus masyarakat Indonesia lintas agama. Dubes RI Umar Hadi juga hadir membuka acara dan mengikuti doa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Umar Hadi menyampaikan perasaannya yang bercampur aduk, sedih sekaligus bangga.

Bangga dengan solidaritas dan kekompakan WNI di Korsel yang begitu tinggi. Namun juga prihatin dengan tantangan besar yang masih dihadapi, terutama pendemi Covid-19.

Dubes juga prihatin karena pada saat ini tiga WNI korban kecelakaan kapal ikan Myongminho 32 di perairan Jeju masih belum diketemukan.

“Tim KBRI saat ini masih berada di sana bersama lebih dari 1000 personil Tim Bakamla Korsel untuk mencari secara besar-besaran keberadaan para korban,” ujar Umar Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima dari KBRI Seoul.

“Untuk itulah kita berkumpul secara virtual pada malam ini untuk berdoa bersama agar pandemi ini sagera berakhir, yang hilang segera ditemukan, dan agar bangsa kita lekas pulih secara ekonomi,” ujar Dubes Umar.

Istighosah Qubro berlangsung hingga tengah malam waktu Korsel. Acara diikuti segenap anggota organisasi masyarakat Indonesia di Korsel.

Terdapat 59 masjid Indonesia, 21 Gereja Indonesia juga sekitar 30 paguyuban kedaerahan Indonesia yang tersebar di seluruh pelosok di Korea Selatan.

Istighosah ditutup dengan sarasehan lintas agama membahas peresmian FORKOMASI yang nantinya bersama KBRI Seoul memayungi gerakan masyarakat Indonesia di Korsel, bergotong-royong mengatasi sebagian kesulitan sosial WNI yang tinggal di Korsel.

 

(rmol/pojoksatu)