Drone Asing Bawah Laut Masuk Indonesia, Hikmawanto: Kemlu harus Lakukan Diplomatik Keras!

Drone bawah laut yang ditemukan nelayan di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Foto IST

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penemuan drone bawah laut di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan akhir Desember 2020 lalu harus diusut tuntas.

Terlebih jika pemilik drone tersebut adalah negara asing.

Masuknya drone asing itu, jelas-jelas telah melanggar kedaulatan Republik Indonesia.

Demikian ditegaskan Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, dilansir dari RMOL, Minggu (3/1/2021).


“Pasca agen intelijen Jerman yang mendatangi Markas FPI, saat ini diduga ada negara tertentu yang menempatkan drone bawah laut,” kata Hikmahanto.

Karena itu, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini meminta Kementerian Luar Negeri harus melakukan tindakan tegas.

Tentu saja kepada negara lain yang berusaha melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan RI.

Protes diplomatik layak dilakukan jika TNI AL yang saat ini mengamankan drone tersebut sudah mengetahui negara pemilik alat itu.

“Bila sudah diketahui asal-usul negara yang memiliki drone tersebut, Kemlu harus melakukan protes diplomatik yang keras terhadap negara tersebut dan bila perlu tindakan tegas lainnya,” tegasnya.