Ini Deretan Kejanggalan Pencabutan SP3 Kasus Chat Mesum Habib Rizieq, Kata Novel Bamukmin

Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin

Padahal menurut Novel, hakim yang ditunjuk harusnya segera menetapkan hari sidang. Hal itu tertuang dalam Pasal 82 Ayat 1 huruf a KUHAP.

“Berdasarkan ketentuan tersebut, dan logika administrasi yang baik dan benar, sudah sepatutnya perkara kami yang memiliki nomor registrasi lebih kecil dan didaftarkan lebih dahulu di pengadilan disidangkan dan diputus lebih dahulu,” katanya.

BACA: SP3 Kasus Chat Mesum Habib Rizieq Dicabut, Pengacara FPI: Bukti Rezim Sudah Panik

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini juga menilai, adanya hari libur Natal dan cuti bersama pada 24-25 Desember 2020 yang tidak memungkinkan gugatan nomornya lebih besar sudah diputuskan.


“Sehingga menurut kami terlalu cepat jika atas perkara praperadilan nomor 151/Pid.Prap/2020/PN.JKT.SEL yang didaftarkan pada tanggal 15 Desember 2020, namun telah diputus pada tanggal 29 Desember 2020,” kata dia.

Hal lain yang menurutnya janggal adalanya tidak adanya pemberitaan atas pendaftaran permohonan tersebut.

Termasuk jalannya persidangan perkara praperadilan hingga putusan yang sedang berjalan.

BACA: SP3 Chat Mesum Habib Rizieq Dicabut, Ketum PA 212: Ngotot Ya Kerjain HRS

“Apalagi sidang praperadilan adalah sidang yang dibuka dan terbuka untuk umum, tidak boleh dijalankan secara tertutup, sembunyi- sembunyi atau bisik-bisik,” tandasnya.

Sebelumnya, Humas PN Jakarta Selatan Suharno membenarkan Hakim mencabut SP3 kasus chat mesum Rizieq Shihab dengan Firza Husein.