Guru Besar Unpad: FPI Dibubarkan Karena Banyak Penumpang Gelapnya

Guru Besar Unpad Bidang Keamanan Dalam Negeri, Prof Muradi

POJOKSATU.id, BANDUNG- Pemerintah resmi membubarkan Front Pembela Islam, Menkopolhukam Mahfud MD mengumumkan pembubaran FPI, Rabu 30 Desember 2020.


Guru Besar Unpad Bidang Keamanan Dalam Negeri, Prof Muradi mengatakan bahwa sebenarnya pembubaran ini dari tahun 2019 kan sudah definitif sudah mau di bubarkan cuma belum ada penegasan saja.

“Yang hari ini dilakukan, kemudian pak Mahfud mengarahkan itu cuma penegasan saja tinggal masalahnya FPI kan hanya wadah, mau kemana orangnya, karena sama seperti HTI di bubarkan kan kemana mana,” jelas Prof Muradi disela kegiatan diskusi “Refleksi 2020 dan Outlok 2021, di second house, Tubagus Ismail, Rabu (30/12).


Prof Muradi menambahkan, Pasca dibubarkan FPI, harus ada langkah yang lebih sistematis dari pemerintah, agar ruang gerak temen fpi tidak terlalu luas.

“Setelah dibubarkan mau dikemanakan, bahkan bukan hanya wadah tapi harus ada langkah untuk menghilangkan karakteristik radikal atau abai menganggap pemerintah tidak ada,” jelasnya.

Dalam pembubaran FPI, harus ada di munculkan surat dari Mendagri sebagai pembina ormas di daerah, lalu surat dari Mendagri kirim kepada kepala daerah supaya meminta polri dan tni memperkuat.

“Langkah ke daerah ini perlu, karena legalnya kan sudah ada tinggal bagaimana menjalankan fungsi instrumen Pemerintah di daerah,” paparnya.

Ditegaskan Prof Muradi, bahwa FPI masih ada langkah legal yang lain seperti banding, tapi saya kira dengan berbagai data yang dimiliki pemerintah memang butuh efort yg luar biasa.

“Bahwa poin pentingnya pemerintah harus bisa serius jangan sampai kuat di level pusat di daerahnya gak jalan,” tegasnya.

Prof Muradi menilai, bahwa pembubaran FPI, lebih karena banyak pembonceng gelap.

“Kenapa FPI di bubarkan karena banyak pembonceng gelap,kalo menjadi oposisi sih gak masalah tapi mereka membonceng mereka yang memiliki isu yang mengarah kepada melawan negara,” pungkasnya.

(rif/pojoksatu)