SP3 Chat Mesum Dicabut, Munarman FPI: Aneh bin Ajaib, Bukan?

Firza Husein. Foto dok
Firza Husein. Foto dok

“Dari segi isu, ini (putusan praperadilan nomor 151) disebut strategy deception, yaitu penyesatan dan pengacauan informasi agar publik melupakan isu pembantaian enam syuhada,” tutur dia.

Karena itu, ia pun merasa heran dengan keputusan yang dibuat PN Jaksel atas permohonan praperadilan dengan nomor perkara 151/Pid.Prap/2020/PN.Jkt.Sel.

BACA: SP3 Kasus Chat Mesum Habib Rizieq Dicabut, Pengacara FPI: Bukti Rezim Sudah Panik

Padahal, kata Munarman, tim hukum FPI lebih dahulu memohonkan praperadilan terkait penahanan Habib Rizieq dan penetapan tersangka lima orang lain dalam kasus kerumunan Petamburan.


Bahkan, kata Munarman, permohonan tim hukum FPI teregister dengan nomor 150.

Namun, hakim PN Jakarta Selatan lebih dahulu mengurusi permohonan nomor 151.

“Baru mau disidang 4 Jan 2021. Sementara praperadilan yang memutuskan SP3 nomor registernya 151, didaftarkan setelahnya, tetapi sudah diputus oleh PN Jaksel,”

BACA: SP3 Chat Habib Rizieq Dicabut, Pengacara HRS: Kami Duluan Daftar, Tapi Mereka Diputus Duluan

“Aneh bin ajaib bukan,” tandasnya.

Sebelumnya, PN Jaksel memerintahkan Polda Metro Jaya mencabut SP3 kasus chat mesum yang diduga melibatkan Habib Rizieq Shihab dengan Firza Husein.

Informasi itu disampaikan advokat Febriyanto Dunggio selaku kuasa hukum penggugat.