SP3 Chat Mesum Dicabut, Munarman FPI: Aneh bin Ajaib, Bukan?

Firza Husein. Foto dok
Firza Husein. Foto dok

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menilai, pencabutan SP3 kasus chat mesum Habib Rizieq Shihab sebagai pengalihan isu.

Hal itu berkaitan dengan kasus tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM50.

BACA: Masih Mendekam Dipenjara, SP3 Kasus Chat Mesum Habib Rizieq Malah Dicabut, Ini Komentar Polda Metro

“Putusan PN Jaksel ini lebih merupakan putusan dengan motif politik,” ujarnya kepada JPNN, Selasa (29/12/2020).


Munarman juga menduga bahwa ada unsur politik di balik keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Ada kepentingan pihak-pihak yang tidak ingin kasus pembantaian enam syuhada diungkap tuntas hingga ke para perencananya,” sambungnya.

Kendati demikian, ia menegaskan FPI akan terus dan tetap berjuang menegakkan keadilan. Termasuk dalam kasus tewasnya enam laskar FPI.

BACA: SP3 Chat Mesum Habib Rizieq Dicabut, Ketum PA 212: Ngotot Ya Kerjain HRS

Terlebih lagi, kasus tewasnya enam laskar menjadi sorotan tajam Habib Rizieq.

“HRS (Habib Rizieq Shihab) terus mengamanatkan kepada seluruh umat Islam agar tidak berhenti menuntut dibongkarnya otak perencana di balik pembantaian enam syuhada,” katanya.

Munarman juga menyebut bahwa keputusan PN Jaksel itu merupakan upaya penyesatan.