Nenek Meninggal Antre Bansos, Anggota DPR Desak Pemerintah Jokowi Tanggung Jawab

Presiden Jokowi. Foto repro Youtube

POJOKSATU.id, JAKARTA–Anggota DPR RI Komisi VIII Bukhori Yusuf mendesak Pemerintah Jokowi bertanggung jawab terkait insiden tewasnya nenek penerima bansos saat antre bantuan.


Insiden tersebut terjadi saat warga mengantri pembagian bansos, di Kantor Kelurahan Sukatani, Kota Depok, Jawa Barat beberapa hari lalu.

“Tentunya hal ini disesalkan, bansos yang seharusnya membantu masyarakat, malah menjadi petaka, pemerintah harus bertanggung jawab,” tegas Bukhori kepada Pojoksatu.id, Senin (28/12/2020).

Menurutnya, bansos sejatinya bertujuan untuk mempertahankan eksistensi kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan, malah sebaliknya menjadi petaka.


“Segala bentuk bantuan yang dapat menimbulkan petaka atau bahaya kematian justru bertentangan dengan tujuan utama bansos itu sendiri,” jelasnya.

Ironisnya lagi, lanjut Bukhori, insiden di Depok tersebut menguak catatan buruk terhadap model pendistribusian bansos yang dilakukan selama ini sehingga harus segera dievaluasi.

Politisi PKS itu menyebutkan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset pemerintah terhadap bansos.

“Harus ada mindset yang diubah terkait definisi bantuan sosial. Bantuan sosial adalah upaya pemerintah menghormati hak rakyatnya sebagaimana amanat konstitusi,” kata Bukhori.

Sebelumnya, beredar sebua video yang memperlihatkan seorang nenek bernama Siti Maimunah (71) sudah lanjut usia meninggal dunia saat melakukan antrian pembagian bansos.

Menanggapi hal tersebut, Plt Camat Tapos, Anwar Nasihin mengungkapkan Siti Maimunah mendapatkan bansos dari Gubernur Jabar. Pada saat itu, kondisinya memang sedang sakit.

Menurut informasi yang didapatkan Anwar, anaknya sempat melarang untuk tidak mengambil bansos karena bisa diwakilkan, namun Siti Maimunah tetap ingin mengambil sendiri.

“Setelah turun dari angkot Siti Maimunah pingsan di halaman kantor Kelurahan Sukatani,” ujar Anwar, Depok, Sabtu (26/12/2020).

Anwar mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi sebelum pukul 07.00 WIB. Pada saat itu, pemberian bansos belum dibuka.

Anwar pun membantah tudingan bahwa pembagian bansos diberikan dengan cara mengantri. Ia menegaskan pemberian bansos tidak dilakukan dengan cara antre untuk mencegah penularan Covid-19 di Kota Depok.

“Sempat pingsan dulu lalu meninggal tapi tidak antre, dan kantor Kelurahan Sukatani belum dibuka,” kata Anwar.

Anwar menuturkan, melihat Siti Maimunah pingsan, sejumlah warga dan aparatur kelurahan membantu Siti Maimunah.

Bahkan Siti Maimunah sempat dipesankan mobil online untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan.

“Saya mendapatkan informasi di lapangan seperti itu dan kami terus melakukan komunikasi,” ucap Anwar soal video viral terkait bansos itu.

(muf/pojoksatu)