Keluarga Pelempar Bom Molotov Datangi Masjid Usai Kejadian, Ini yang Disampaikan

Masjid dilempari bom molotov di cengkareng Jakarta Barat

POJOKSATU.id, JAKARTA — Keluarga pelaku pelempar bom molotov ke masjid di Jalan Kamal Raya Cengkareng, sempat mendatangi masjid usai kejadian. Mereka menyampaikan beberapa hal soal pelaku.

Pengurus Masjid Al Istiqomah Saefullah kepada wartawan di Masjid Al Istiqomah, Jalan Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (27/12/2020) mengatakan, pihak keluarga pelaku mendatangi masjid usai kejadian dan mengungkap pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa.

“Anaknya bilang sempat dibawa ke Rumah Sakit Grogol, ketika Pak lurah nanya ‘ada nggak suratnya’, jawabnya malah ‘apa ya bang ya’ belepotan lah. Lurahnya kan juga ikut kemari dari sana, dari tempat pelaku tinggal,” kata Saefulllah.

Saefullah, yang sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, mengaku bertemu dengan anak pelaku di Polsek Cengkareng dan di Polres Metro Jakarta Barat.


Baca Juga :

Ini Keterangan Polisi Terkait Pelaku Pelempar Bom Molotov di Masjid Cengkareng

Anak pelaku sempat mengatakan bahwa ayahnya sudah 10 tahun memiliki riwayat gangguan jiwa.

“Kata anaknya kurang-lebih 10 tahun dia ada gangguan jiwa, sudah ada riwayat,” ujar Saefullah.

Saefullah menyebut anak pelaku juga sempat menceritakan pelaku pernah telanjang saat sedang mengojek di lingkungan Jalan Kamal Raya, Cengkareng.

“Katanya kan ngojek ya di Bundaran Kamal, dia sempet telanjang katanya di Bundaran Kamal,” kata Saefullah.

Meski mendapat pengakuan demikian dari keluarga pelaku, Saefullah mengaku belum pernah melihat wajah pelaku di sekitar masjid yang dilempar molotov tersebut.

Saefullah yang menangkap pelaku juga meragukan keluarga pelaku yang mengatakan pelaku memiliki gangguan jiwa, karena pelaku bisa menjawab pertanyaan saat pertama kali ditangkap.

“Asing, kita tidak mengenali, tapi ya kalau ditanya dari awal sebetulnya waras bang. Ketika merasa tertekan mulai begini-begini (seperti orang gila) nih,” ujarnya.

“Awalnya tuh pelaku merasa emosi, setelah kita amankan, kita masukkan ke dalam mulai grogi. Jadi kayak psikisnya gimana, sudah mulai ngaco segala omongan dia kayak gitu,” katanya.

Dia menuturkan pelaku sempat menjelaskan alasan melempar molotov berisi bensin ke masjid.

Menurutnya, saat itu pelaku mengatakan bensin tersebut digunakan untuk membersihkan badan.

“Bahkan beberapa kami tanya berikut sama sekretaris ‘saya cuma membersihkan badan, membersihkan badan’ hanya seperti itu, tujuannya untuk membersihkan badan,” ujarnya.

 

Kondisi masjid di Cengkareng yang dilempar bom molotov (ist)

(ral/int/pojoksatu)