Saksi Hidup Bom Gereja Eben Haezer di Malam Natal, Banser Riyanto Teriak “Tiaraaaap!”

Anggota GP Ansor dan Banser Kota Mojokerto menaburkan bunga di makam Riyanto. Foto net

Ledakan cukup keras. Tubuh pemuda asal Prajurit Kulon tersebut terlempar ke atas dan terjatuh persis di belakang gereja.

Tubuh Riyanto pun sampai terpental sekitar 30 meter. Dengan kondisi yang tercerai berai.

BACA: Menag Gus Yaqut: Selamat Merayakan Natal 2020 untuk Saudaraku Umat Kristiani

Ledakan bom itu memunculkan asap hitam pekat membumbung tinggi dan aroma sisa ledakan.


“Asapnya hitam pekat. Setelah itu saya lari ke dalam rumah, soalnya sama polisi disuruh masuk,” ungkap perempuan berusia 71 tahun ini.

Tak lama setelah ledakan pertama, ledakan kedua pun menyusul. Namun kali ini, ledakan itu tak sekeras yang pertama.

“Saya sudah lari ke atas loteng setelah ledakan pertama itu, saya lihat dari loteng (lantai dua) polisinya itu keruk-keruk selokan,” tutur perempuan berambut putih ini.

BACA: Gus Yaqut jadi Menteri Jokowi, Ini akan Menjadi Head to Head Menteri Agama vs FPI

Ledakan itu juga mengakibatkan sejumlah kerusakan bangunan, termasuk rumah keduanya.

“Dulu temboknya juga retak, terus genting-genting di lantai atas pecah-pecah,” ungkapnya.

Kemarin (22/12) bekas-bekas ledakan itu masih utuh dan dapat ditemui di sejumlah titik rumah tersebut.