Sekum Muhammadiyah Tolak Jadi Wakil Menteri Nadiem Makarim, Ini Sebabnya

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim

POJOKSATU.id, JAKARTA— Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menolak menjadi Wakil Mendikbud di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin. Mendikbud saat ini dijabat Nadiem Makarim.


Lewat akun Twitter @Abe_Mukti, Abdul Mu’ti juga menceritakan awal mula dirinya dihubungi untuk mengisi jabatan Wamendikbud.

Dia mengaku dihubungi langsung Mendikbud Nadiem Makarim dan Mensesneg Pratikno.


Abdul Mu’ti sempat menyanggupi amanah yang akan diberikan tersebut.

“Awalnya, ketika dihubungi oleh Pak Mensesneg dan Mas Mendikbud, saya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah,” katanya.

“Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik,” katanya lagi dalam cuitan itu.

Abdul Mu’ti menyebut amanah tersebut sangat berat. Mu’ti menilai dirinya bukan sosok yang tepat mengisi jabatan Wamendikbud.

“Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut,” tutur dia.

“Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri,” tegas Mu’ti dalam akun Twitternya itu.

Abdul Mu’ti juga memposting foto dirinya mengenakan kopiah warna putih dalam unggahan tentang penolakan menjadi wakil menteri Jokowi ini.

Berita sebelumnya, Presiden Jokowi resmi melantik enam menteri dan lima wakil menteri di Istana Negara, Rabu pagi (23/12). Jokowi langsung memimpin pelantikan.

Adapun lima wakil menteri yang dilantik Jokowi di Istana Negara sebagai berikut:

1.Muhammad Herindra sebagai Wamenhan.

2.Dante Saksono Harbuwono sebagai Wamenkes.

3. Pahala Nugraha Masyuri sebagai Wamen BUMN.

4. Edward Komar Syarif Hiariez sebagai Wamenkumham.

5. Harfiq Hasnul Qolbi sebagai Wamen Pertanian.

Sementara enam menteri yang dilantik antara lain.

1. Tri Rismaharini (Mensos)

2. Sandiaga Uno (Menparekraf)

3. Yaqut Cholil Qoumas (Menag)

4. Sakti Wahyu Trenggono (Menteri KKP)

5. Muhammad Lutfi (Mendag)

6. Budi Gunadi Sadikin (Menkes)

(ral/pojoksatu)