Dilaporkan ke Polda Metro, Munarman Kutip Ayat Alquran “Cukuplah Allah Bagiku”

Komnas HAM tengah memeriksa mobil yang digunakan laskar FPI dalam peristiwa di Tol Jakarta-Cikampek KM50 di Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020). Foto JawaPos.com

POJOKSATU.id, JAKARTA— Sekretaris Umum DPP FPI Munarman angkat bicara perihal pelaporan terhadap dirinya oleh Barisan Ksatria Nusantara ke Polda Metro Jaya terkait ucapan yang menyebut laskar FPI tak memiliki senpi.


Munarman tak ambil pusing prihal laporang yang dilayangkan oleh kelompok yang mengklaim kumpulan para Kiyai tersebut.

Hanya saja, ia mengutip ayat Alquran surah At-taubah ayat 129 yang seolah ending-nya menyerahkan kasus tersebut kepada keadilan Allah SWT.

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal. Dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang Agung,” kutip Munarman saat dihubungi Pojoksatu.id, Selasa (22/12/2020).


Sebelumnya, Munarman FPI resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020).

Pelaporan itu dilayangkan oleh Barisan Ksatria Nusantara.

Laporan terhadap Munarman teregistrasi dengan Nomor Lp/7557/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 21 Desember 2020 dengan nama pelapor atas nama Zaenal Arifin.

Zainal Arifin yang merupakan mantan Ketua PC NU Zaman Gusdur itu melaporkan Munarman karena ia diduga membangun narasi kebohongan terhadap umat.

Narasi yang dimaksud yakni, Munarman menuding polisi bahwa enam laskar FPI tidak membawa senpi dan tidak melakukan perlawanan terhadap kepolisian.

Padahal temuan polisi, 6 laskar FPI tersebut jelas-jelas melakukan perlawanan.

“Kita laporkan Munarman. Di situ ada kebohangan, ada penghasutan dan ujaran kebencian terhadap institusi Polri,” kata Zianal di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020).

Zainal Arifin yang ditemani oleh sejumlah Kiyai dan para Ustadz itu mendukung penuh apa yang dilakukan Polri terhadap FPI termasuk penangkapan Habib Rizieq Shihab.

“Kami dukung penuh Polri, kami bersama Polri dan TNI untuk tegakkan hukum,” ujarnya.

 

(fir/pojoksatu)