Bambang Pacul PDIP Minta Tempo Buktikan Investigasinya, Jangan Trial by The Press

Bambang Yurwanto PDI Perjuangan (rmol)

POJOKSATU.id, JAKARTA— PDI Perjuangan meminta Majalah Tempo bisa membuktikan hasil investigasinya soal aliran dana suap bansos Covid-19 yang menyeret Mensos nonaktif, Juliari Batubara.

Dalam edisi teranyar dengan cover “Korupsi Bansos Kubu Banteng”, Tempo menyinggung nama Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan anak sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabumuning Raka.

Staf Puan Maharani disebut menerima upeti miliaran, sedangkan Gibran dituding sebagai orang yang diduga memberi rekomendasi agar pengadaan goodie bag diserahkan ke perusahaan tertentu.

Selain itu, diurai juga mengenai dugaan dana tersebut mengalir ke sejumlah pejabat hingga calon kepala daerah dari PDI Perjuangan di Pilkada 2020 lalu.


Baca Juga :

Tempo Beritakan Korupsi Bansos Kubu Banteng, Ini Tanggapan Politisi PDIP

Tempo Sebut Nama Gibran, Pengamat: KPK Jangan Pandang Bulu, Siapapun Itu Diusut

 

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul mendesak agar investigasi ini dibuktikan.

Sebab jika Majalah Tempo hanya melakukan praktik trial by the press atau peradilan yang secara tidak langsung dilakukan oleh pers, maka itu merupakan pelecehan terhadap PDI Perjuangan.

“Minta Tempo membuktikan saja. Kalau hanya trial by the press itu artinya dia melecehkan seluruh kinerja kami di bidang pemenangan pemilu, melecehkan hasil kemenangan yang kami peroleh,” ungkap Bambang Pacul saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL (Group Pojoksatu) di Jakarta, Senin (21/12).

“Maknanya mereka menganggap remeh kami,” katanya lagi.

Bambang Pacul mengingatkan bahwa aksi meremehkan seseorang atau kelompok bisa membuat ribuan kemungkinan bisa terjadi.

Karena itu, dia berharap pihak Tempo tidak meremehkan PDI Perjuangan.

“Jangan pernah engkau meremehkan orang karena dia bisa mencipta beribu kemungkinan. Hati hati,” tegasnya.

Pacul juga membantah ada nama staf Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani berinisial L yang disebut menerima duit miliaran dari Mensos nonaktif Juliari P Batubara untuk keperluan pemenangan pilkada.

“Ndak ada staf atau ajudan Ibu Puan Maharani yang berkode L. Cuma Alex Indra Lukman yang memper (mirip) ada Lukman-nya. Tapi dia ndak ada urusan,” kata Pacul.

“Soal yang lain-lain saya ndak ngerti. Urusan saya pilkada, saya ketua pemenangannya, itu saja!” imbuhnya menegaskan.

 

(rmol/pojoksatu)