Hasil Uji Balistik Diduga Senpi Laskar FPI, Brigjen Andi: Asal Usul Tidak Jelas

Rekonstruksi penembakan enam laskar FPI di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM50. Foto: Ega/PojokKarawang.com

POJOKSATU.id, JAKARTA — Dirtipidum Bareskrim Polri menyebut senjata api (senpi) yang diduga digunakan laskar FPI saat kontak tembak di Tol Cikampek dengan polisi adalah senjata nonpabrikan.

Hingga kini, Mabes Polri masih menyelidiki kasus enam anggota laskar FPI yang tewas di Tol Jakarta-Cikampek Km 50.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan pihaknya telah selesai melakukan uji balistik kedua senpi itu.

Asal-usul senjata api diduga milik laskar FPI itu, kata Andi, tidak jelas.


“Penyidik lebih fokus pada fakta penggunaannya. Kalau asal-usulnya tidak jelas, karena hasil pemeriksaan ahli balistik menyatakan dua pucuk senpi yang telah digunakan laskar FPI adalah senjata nonpabrikan,” kata Andi Rian seperti dilansir detikcom, Minggu (20/12/2020).

Brigjen Andi menjawab begini terkait pertanyaan apakah senpi yang dimiliki laskar FPI itu adalah senjata rakitan atau tidak.

“Kalau ahli balistik menyebutnya senjata nonpabrikan,” tuturnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri sudah menerima hasil autopsi jenazah enam anggota laskar FPI pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS) yang tewas.

Dari hasil autopsi yang diterima penyidik, ada 18 bekas luka tembakan pada seluruh jenazah.

“Secara umum ada 18 (delapan belas) luka tembak,” kata Brigjen Andi Rian saat dimintai konfirmasi, Jumat (18/12).

Andi menuturkan hasil autopsi jenazah enam anggota laskar FPI sudah diterima tim penyidik pada minggu lalu.

Andi mengatakan, dari hasil autopsi yang diterima, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada jenazah.

“Sudah sejak minggu lalu (hasil autopsi). Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh seluruh jenazah,” tuturnya.

 

(ral/int/pojoksatu)