Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Sugi Nur Raharja alis Gus Nur bersama Refly Harun

POJOKSATU.id, JAKARTA— Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait video dialog yang berujung penghinaan terhadap NU oleh Gus Nur atau Sugi Nur Raharja.

Dalam kasus tersebut Gus Nur telah ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama.

Dari informasi yang diterima wartawan, Minggu (20/12), laporan terhadap Refly Harun diterima SPKT Bareskrim dengan nomor LP/B/0709/XII/2020/Bareskrim.

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan laporan tersebut. Saat ini tengah dilakukan penyelidikan.


“Laporannya sudah diterima dan sedang dipelajari,” kata Ahmad dilansir kumparancom, Minggu (20/12).

Dalam kasus tersebut, Refly Harun dan Gus Nur terlibat dalam sebuah program video yang ditayangkan di Youtube.

Saat itu Gus Nur diduga melakukan penghinaan terhadap NU. Refly sempat dipanggil Bareskrim, namun hanya sebagai saksi.

Refly Harun dilaporkan ke Bareskrim Polri ini juga dibenarkan Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri.

“Iya betul ada (laporan) itu,” kata Brigjen Slamet Uliandi selaku Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri saat dimintai konfirmasi, Minggu (20/12/2020).

Pelaporan ini tertuang dalam LP/B/0709/XII/2020/BARESKRIM. Refly Harun dilaporkan Febriyanto Dunggio, Jumat (18/12) lalu.

Dalam pelaporannya, Refly diduga melakukan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antar golongan (SARA) dan/atau pencemaran nama baik ke seluruh rakyat Indonesia, khususnya Nahdlatul Ulama (NU).

Laporan itu memuat dugaan Pasal 28 ayat 2 dan/atau Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pelaporan ini sendiri terkait video di akun YouTube Refly Harun. Video yang dimaksud berjudul ‘GUS NUR, NAHDLIYIN OPOSISI!!!’.

 

(ral/int/pojoksatu)