Hadiri Muktamar IX PPP, Presiden Jokowi: Kita Harus Aktif di Medsos

Presiden Jokowi. Foto BPMI Setpres

POJOKSATU.id, JAKARTA— Presiden Jokowi menghadiri secara virtual Muktamar IX PPP, Jumat malam (18/12). Jokowi berharap kader PPP aktif pemberitaan di media sosial menangkal berita hoaks.

Joko Widodo menghadiri acara Muktamar IX PPP didamping Menko Polhukam Mahfud MD secara virtual, Jumat malam (18/12).

Dalam pidatonya di hadapan para kader dan simpatisan PPP, Presiden Jokowi menyampaikan program pemerintah yakni pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk integrasi ekonomi nasional dan mempermudah dan mempermurah arus logistik semata.


“Tapi, juga kita maksudkan untuk meningkatkan konektivitas budaya konektivitas gagasan dan semangat sebagai sebuah bangsa besar tapi juga memperkokoh persatuan dan keastuan bangsa kita ini,” kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, dengan konektivitas luring dan daring yang semakin efektif bisa meningkatkan komunikasi antar umat yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menebarkan kesejukan.

“Untuk menebarkan Islam wasatiyah, menebarkan kesejukan dan kedamaian, menumbuhkan toleransi dan kebhinekaan dan memperkokoh persatuan dalam keberagaman dan dalam konektivitas fisik dan digital. Kita bagi pengalaman membangun daerah membangun desa,” katanya.

Jokowi memaparkan sedikitnya ada 514 kabupaten dan kota serta 34 provinsi. Lalu ada 75 ribu desa yang tersebar di Indonesia.

Hal itu bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan inovasi dan mengakselerasi kualitas sumber daya manusia kita di seluruh pelosok nusantara.

“Untuk menghadapi dunia yang penuh perubahan persaingan hiper kompetisi antar negara, antar perusahaan dan antar individu yang semakin terus kita ikuti hari perhari,” katanya.

Jokowi menambahkan, pemanfaatan infrastruktur untuk hal positif tersebut harus diaktifkan agar ruang bagi pembangunan infrastruktur tidak diisi oleh pihak tak bertanggungjawab.

“Kita harus aktif pemberitaan di medsos dengan keteduhan, dengan kesejukan dan kita harus klarifikasi berita tidak benar, berita hoaks. Dan menutup banyaknya ujaran kebencian untuk saling menghormati dan menghargai sesama anak bangsa sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” tegasnya.

Pihaknya juga mendorong para kader dan simpatisan PPP di seluruh Indonesia perihal persatuan bangsa yang ditumbuhkan sejak dini melalui lembaga pendidikan formal maupun informal.

“Kita harus saling berbagi kerja sama untuk memperkokoh Pancasila di kalangan siswa dan santri,” ucapnya.

Jokowi meyakini bahwa PPP mampu menjadi contoh organisasi lain dalam memperkokoh persatuan dan kerukunan bangsa.

“Sebagai partai Islam tertua, PPP juga bisa menjadi contoh, teladan bagi organisasi lain dalam memperkokoh persatuan dan kerukunan kita dan dalam mempercepat pembangunan nasional Indonesia,” tuturnya.

“Saya meyakini Muktamar IX menjadi pijakan bagi kebangkitan PPP untuk memenangkan hati umat,” jelasnya.

 

(rmol/pojoksatu)