Polisi Imbau Warga Tak Berkerumun di Malam Natal dan Tahun Baru

Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi terkait persiapan pengamanan Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Dalam rapat koordinasi ini, sebanyak 8.179 personel gabungan disiagakan untuk melakukan pengamanan dalam dua agenda besar di tengah pandemi Covid-19.

“Kekuatan yang kita siapkan 8.179 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemprov DKI. Ada 2 even kebijakan pemerintah sudah disampaikan pada masa liburan Natal dan Tahun Baru,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (15/12).

Yusri katakan, sesuai surat edaran dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan saat perayaan Natal dan Tahun Baru ini tidak diperbolehkan.


Bahkan, pemerintah juga sudah memangkas jadwal libur akhir tahun.

“Kegiatan pada malam Tahun Baru ditegaskan personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemprov, yang sifatnya berkerumun di tempat cafe-cafe dan makanan tidak akan diberikan perizinan oleh pihak kepolisian,” ucapnya.

Tak hanya itu, dalam kegiatan malam Misa Katolik dan Protestan, sudah diatur dalam surat edaran Kepala Dinas Agama DKI Jakarta.

Misa Katolik bisa bisa dilaksanakan dua kali dengan dihadiri 200 orang, sisanya menggunakan virtual zoom. Hal tersebut sudah disepakati bersama termasuk beberapa gereja lain.

“Kesiapan pengamanan 1.600 lebih gereja di Jakarta, ada 316 gereja dianggap rawan karena berdampingan dengan mesjid. Sehingga perlu ada perhatian khusus penagamanan dari Polri, TNI dan Pemda dari Satpol PP DKI,” paparnya.

“Jika ditemukan pelanggaran, akan ditindak tegas sesuai aturan karantina kesehatan pandemi Covid-19. Tindak secara persuaif, serta tindakan tegas dilakukan penutupan,” ujarnya.

Reporter : Firdausi