Kasus Habib Rizieq, Usai Ajukan Praperadilan, Sekarang Minta SP3

Habib Rizieq Shihab. Foto: JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tim hukum Front Pembela Islam (FPI) melakukan upaya perlawanan hukum dalam kasus Habib Rizieq Shihab (HRS).

Salah satu yang sudah ditempuh adalah mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka Imam Besar FPI oleh Polda Metro Jaya.

Gugatan praperadilan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan teregister dengan nomor 150/Pid.Pra/2020/PN.JKT.SEL.

BACA: Pernyataan Penting Kabareskrim soal Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI


Mereka menilai, penetapan, penangkapan hingga penahanan HRS oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya tidak sah dan tidak berdasar hukum.

Karena itu, FPI meminta Hakim PN Jaksel membuat putusan memerintagkan penyidik Polda Mertro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3).

Demikian disampaikan Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar dalam keterangannya sebagaimana dikutip PojokSatu.id dari JPNN.com, Selasa (15/12/2020).

BACA: Rekonstruksi Penembakan 6 Laskar FPI, 58 Adegan, Saksinya Polisi Itu Sendiri

“Secara garis besar. penetapan tersangka tersebut kami rasa mengada-ngada dan tidak berdasarkan hukum,” katanya.

Ia menuturkan, penjeratan HRS dengan Pasal 160 KUHP harus didasarkan pada bukti materiil. Bukan selera penyidik.

Karena itu, harus jelas siapa yang menghasut dan terhasut atas ucapan Habib Rizieq.