Polda Metro Tahan Habib Rizieq 20 Hari, HNW: Polisi Jangan Kalah dari HRS

Hidayat Nur Wahid, yogyakarta
Hidayat Nur Wahid

POJOKSATU.id, JAKARTA—Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) ikut mengomentari penahanan Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya. HNW meminta polisi hadirkan keadilan di kasus ini.


“Polisi akhirnya menahan Habib Rizieq Syihab. Pasal yang dituduhkan soal penghasutan, kerumunan, kekarantinaan menuai kritik/penolakan dari pakar-pakar,” ungkap HNW dalam akun Twitter @hnurwahid, Minggu (13/12).

“Memprihatinkan. HRS sudah buktikan ikuti aturan hukum. Polisi harusnya juga hadirkan persidangan yang benar dan sesuai dengan hukum yang berkeadilan,” jelasnya lagi.

HNW kembali melanjutkan cuitannya dalam akun Twitter tersebut.


“Polisi periksa dan putuskan untuk tahan Habib Rizieq Syihab. Banyak pihak ingatkan agar pemeriksaan & penahanan HRS jangan sampai jadi pengalihan issu terhadap kasus penembakan 6 laskar FPI,” katanya.

“HRS sudah buktikan kepatuhan pada hukum. Polisi jangan kalah dari HRS, patuhi hukum & hadirkan keadilan,” cuitnya lagi.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya resmi melakukan penahanan terhadap tersangka kerumunan di Petamburan, Habib Rizieq Shihab (HRS) selama 20 hari ke depan.

Dalam pemeriksaan kurang lebih14 jam itu, Habib Rizieq dicecar 84 pertanyaan dari penyidik. Kini tersangka ditahan di rutan Polda Metro Jaya Narkoba.

“Kita resmi tahan dimulai tanggal 12- 12 2020 selama 20 hari ke depan sampai tanggal 31 Desember, di Rutan Polda Metro Jaya Narkoba,” kata Kadiv Humas Mabes Polri di PMJ, Jakarta Selatan, Minggu (13/12/2020) dini hari.

Argo mengungkapkan alasan, pihaknya melakukan penahanan selain menghilangkan barang bukti, yang bersangkuta juga takut melarikam diri. Habib Rizieq juga terancam kurungan penjara selama 5 tahun.

“Alasan penahanan ada dua, objektif ancaman di atas lima tahan, subjektif ada tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan batang bukti, ketiga tidak mengulangi peruatannya,” ungkapnya.

Sementara itu, sebelum Habib Rizieq masuk ke Rutan Polda Metro Jaya, Habib Rizieq dengan kondisi memakai rompi tahanan sembari berteriak agar perjuangan tak boleh surut.

“Allahu Akbar. Perjuangan jalan terus. Stop kriminalisasi hukum,” ujarnya.

 

(ral/fir/pojoksatu)