Ancam Bunuh Mahfud MD, Polisi: Nama Grupnya ‘Front Pembela IB HRS’, Silahkan Simpulkan Sendiri

Konferensi pers penangkapan empat tersangka pengancam Menko Polhukam Mahfud MD di Mapolda Jawa Timur, Minggu (13/12/2020). Foto IST

“Kalau ini tidak dilakukan penegakan hukum secara tegas, maka ruang peradaban baru terhadap media sosial dalam dunia maya akan menjadi rusak dan mempengaruhi kehidupan dunia nyata,” tambahnya.

Akibat perbuatanya, para pelaku dijerat Undang-Undang ( UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Karena konten yang disebarkan mengandung muatan pemerasan dan atau pengancaman dan atau ujaran kebencian yang bermuatan sara dan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong.

Pelaku juga dijerat pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946.

Sementara, Mahfud MD melalui akun Twitter pribadinya menjawab pertanyaan pemilik akun @Pengenketawa2.


“Pak @mohmahfudmd Yth. Mohon perkenan jujur menjawabnya. Membaca di bawah ini, apakah Bapak senang atau sedih? Terima kasih,” tanya @Pengenketawa2.

Dalam cuitan balasannya, Mahfud mengaku tidak sedih maupun senang. Menurutnya, hal itu sepenuhnya merupakan kewenangan aparat kepolisian.

“Cuma catatan saya, semuanya (tersangka) orang Pasuruan tapi kok mengancam saya kalau pulang ke Pamekasan, Madura,” jawab Mahfud.

“Sekilas mereka ingin mengadu domba antara saya dengan orang Madura. Mungkin juga masih ada lagi yang diburu oleh aparat,” sambungnya.

(rm/ruh/pojoksatu)