2 Hal Ini Sebabkan Pilkades Bekasi Diundur

Pelaksanaan pilkades di Kabupaten Bekasi diundur.

POJOKSATU.id, BEKASI – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memutuskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi diundur.


Sedianya, pilkades tersebut terselenggara Minggu ini, 13 Desember 2020. Akan tetapi, karena permintaan purnawirawan polisi itu, diundur menjadi 20 Desember 2020.

Penyebab penundaan itu ada dua. Pertama, Mendagri Tito melihat kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi masih meningkat.

Kemudian, dia meminta satu TPS paling banyak 500 orang pemilih. Karena, dengan skema saat ini, satu TPS di wilayah padat penduduk masih terdiri atas lebih 500 pemilih.


“Secara lisan sudah disampaikan kepada seluruh kabupaten dan kota yang melaksanakan pilkades. Surat resmi juga sudah kami terima,” ucap Sekretaris Daerah, Uju, Jumat (11/12).

Penambahan TPS pun harus dilakukan oleh panitia pilkades, pada beberapa desa seperti di Desa Mangunjaya, Tambun Selatan.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Dinas Pemberdayaan Desa dan Masyarakat Kabupaten Bekasi Ida Farida mengatakan, perubahan ini berdampak terhadap perencanaan.

“Dengan bertambahnya TPS, akan bertambah pembiayaan,” demikian dia.

Oleh karena itu, dinas pun akan segera membahas hal ini lebih lanjut.

Reporter: Cici Suriyanti