Ustadz Maaher Menangis Mohon Maaf di Bareskrim, Panglima Banser: Proses Hukum Jalan

Ustadz Maaher At-Thuwailibi

POJOKSATU.id, JAKARTA— Panglima Banser Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Banser termasuk yang dihina Ustadz Maaher At Thuwailibi. Banser tetap melanjutkan proses hukum meski Maaher minta maaf.

Seperti diketahui, Soni Eranata alias Ustadz Maaher At Thuwailibi mengaku ingin meminta maaf kepada Habib Luthfi bin Yahya.

Banser pun meyakini, sebagai orang yang arif, Habib Luthfi pasti akan memaafkan Maaher.

“Kalau memaafkan, saya yakin Habib Lutfi sebagai orang yang berilmu, arif dan cucu nabi yang benar-benar mencontoh perilaku Nabi akan memaafkan,” ujar Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, Minggu (6/12/2020).


Baca Juga :

Ustadz Maaher Menangis di Tahanan Bareskrim Polri, Ini Sebabnya

Ketua Umum Banser ini menegaskan proses hukum kepada Maaher akan tetap berlanjut. Dia mengatakan, jika pun Habib Luthfi memaafkan, proses hukum tetap akan diteruskan.

“Tapi proses hukum soal lain. Banser sebagai bagian yang juga dihinakan oleh Maheer akan meneruskan proses hukum,” kata pria yang juga Ketua GP Ansor ini.

Gus Yaqut juga menyoroti permintaan maaf yang baru dilontarkan Maaher setelah tertangkap. Dia pun meminta ke depannya Maaher tidak asal berbicara.

“Itulah kalau mulut lebih dulu dibanding otak. Harus dihukum setimpal sampai benar-benar jera,” kata Gus Yaqut.

Sementara itu, PKB pun mengapresiasi tangisan Ustadz Maaher.

“Kami mengapresiasi tangisannya, jika itu tanda pengakuan dari kesalahannya,” kata Waketum PKB, Jazilul Fawaid, Minggu (6/12/2020).

Kendati demikian, Jazilul menekankan, tangisan dan permintaan maaf itu tak bisa menyudahi proses hukum yang berjalan.

Menurutnya, menjalani proses hukum yang ada adalah bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.

“Namun sebagai tanda bertanggung jawab adalah menjalani proses dan putusan hukum jika nantinya diputus bersalah,” ujarnya.

“Kita berpegang pada prinsip praduga tak bersalah, belum tentu dia diputus bersalah oleh pengadilan. kita hormati proses hukum yang berjalan meskipun sambil menangis,” katanya.

Jazilul meyakini Habib Luthfi akan memaafkan Ustadz Maaher. Namun, kata dia, keberlanjutan kasus tersebut ada di tangan pelapor.

“Habib Lutfi pasti dapat memaafkannya, namun karena kasus ini deliknya aduan maka tergantung pelapornya mau mencabut laporan atau tetap dilanjutkan,” kata dia.

 

(ral/int/pojoksatu)