PPNI Sebut 75 Persen Perawat yang Meninggal Akibat Covid-19 Bertugas di Kamar Rawat Inap

Virus corona. Ilustrasi. Foto : pixabay
Ilustrasi : Virus corona. Foto : pixabay

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah menyebutkan, sekitar 75 persen perawat yang meninggal akibat Covid-19 umumnya bertugas di kamar rawat inap.


Harif menjelaskan, kemungkinan perawat tertular dari pasien sebelum hasil tes swab keluar dari laboratorium atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Lebih lanjut, pihaknya menyadari bahwa para tenaga kesehatan dari berbagai divisi sudah kewalahan menangani lonjakan pasien Covid-19 dan hasil swab yang harus diperiksa.

Karena itu, pihaknya berharap dapat dukungan pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas perlengkapan pemeriksaan kesehatan.


“Sehingga bisa diperoleh hasil yang lebih cepat untuk mengurangi angka penularan di fasilitas kesehatan, termasuk pemeriksaan rutin untuk para tenaga kesehatan,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima Pojoksatu.id, Sabtu (5/12).

Sementara itu, anggota Tim Pedoman dan Protokol dari Tim Mitigasi PB IDI Weny Rinawati mengingatkan para tenaga kesehatan agar tidak menurunkan kualitas APD yang dikenakan.

“Saat ini standar level APD yang wajib dikenakan oleh para tenaga kesehatan adalah level tertinggi, sesuai dengan resiko tempat melakukan pelayanan,” ujarnya.

“Kami juga berharap agar pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan juga menyediakan APD yang layak bagi para tenaga kesehatan. Sementara itu bagi para tenaga kesehatan yang berpraktek secara pribadi sebaiknya tetap menggunakan APD level sesuai potensi risiko dalam menangani pasien,” tandasnya.

(pojoksatu/adv)