Brigjen Prasetijo cuma Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Brigjen Prasetijo Utomo dalam sidang dakwaan kasus surat jalan palsu DJoko Tjandra. Foto Rakyat Merdeka

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntur Brigjen Pol Presetijo Utomo dengan tuntutan dua tahun enam bulan penjara dalam kasus surat jalan Djoko Tjandra.


JPU menilai, Prasetijo bersalah telah memerintahkan pembuatan dokumen palsu untuk buronan kasus hak tagih Bank Bali itu.

Itu sebagaimana tuntutan yang dibacakan JPU Yeni Trimulyani dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jumat (4/12/2020).

“Menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman pidana terhadap Prasetijo Utomo dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dikurangi selama terdakwa dalam tahanan,” ujarnya.


Dalam menjatuhkan tuntutan, Jaksa mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan.

Untuk hal yang memberatkan, Prasetijo berbelit-belit dan tidak berterus terang dalam memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannya persidangan.

Selain itu, sebagai pejabat negara atau penegak hukum, Prasetijo telah melanggar kewajiban jabatan atau melalukan tindak pidana menggunakan kesempatannya yang diberikan kepadanya karena jabatannya.

“Hal meringankan terdakwa, belum pernah dihukum,” ujar Jaksa Yeni.