Mantan Presiden Dukung Benny Wenda Jadi Presiden Sementara Papua Barat

presiden papua barat, benny wenda, papua barat merdeka,
Benny Wenda

POJOKSATU.id, PAPUA – Mantan presiden Catalonia, Carles Puigdemont, mendukung pemerintahan sementara Republik Papua Barat pimpinan Benny Wenda.


Melalui akun Twitter pribadinya, Carles Puigdemont membagikan foto bendara Bintang Kejora yang sedang berkibar di House of the Catalan Republic.

“Hari ini adalah peringatan pertama kali pengibaran bendera Bintang Kejora, simbol #FreeWestPapua dan sekarang dilarang di tanah air mereka,” tulis Carles Puigdemont melalui akun Twitter pribadinya, @KRLS, Selasa (1/12).

Ia menyebut pengibaran bendera Bintang Kejor di Catalonia merupakan bentuk solidaritas rakyat Catalonia untuk perjuangan kemerdekaan Papua Barat.


“Kami mengibarkannya di House of the Catalan Republic sebagai solidaritas dengan West Papua dan untuk menyambut pemerintahan sementara yang dipimpin oleh @BennyWenda,” katanya.

BACA: Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, Begini Reaksi Pemerintah

Tokoh perjuangan Papua Merdeka, Benny Wenda menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Carles Puigdemont.

Benny Wenda yang sebelumnya telah memproklamirkan diri sebagai presiden sementara Republik Rakyat Papua menyatakan dukungan Puigdemont sangat berharga.

“Dukungan Anda dan dukungan orang-orang Anda sangat dihargai @KRL. Orang-orang #WestPapua selamanya berterima kasih atas solidaritas orang-orang Catalan dengan perjuangan kami untuk #penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan,” kata Benny Wenda.

Puigdemont adalah tokoh politik Spanyol yang berasal dari etnis Catalan yang kini menjabat sebagai Presiden dari wilayah komunitas Catalunya.

Pria kelahiran 29 December 1962 itu mendeklarasikan kemerdekaan Catalonia pada 27 Oktober 2017. Namun statusnya diperselisihkan.

Menurut pemerintah Republik Catalonia, Carles Puigdemont adalah presiden dan kepala negara, namun Spanyoltidak mengakui kemerdekaan Catalonia. Statusnya diberhentikan pemerintah pusat sejak 28 Oktober.

Carles dipecat karena tindakannya dinilai mengakibatkan krisis politik terbesar di Spanyol selama 40 tahun terakhir.

Pemerinah Spanyol mengeluarkan perintah penangkapan Carles yang dianggap sebagai pemimpin separatis.

Carles kabur ke luar negeri. Ia kemudian menyerahkan dirinya kepada otoritas Belgia.

Carles tinggal di pengasingan di Belgia untuk menghindari tuduhan penghasutan terhadap wilayah Spanyol serta penyalahgunaan dana publik.

(one/pojoksatu)