Edhy Ditangkap KPK, Prabowo Lebih Baik Keluar dari Koalisi Jokowi

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo penuhi undangan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan terkait kursi menteri, Senin (21/10/2019). Foto ist
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo penuhi undangan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan terkait kursi menteri, Senin (21/10/2019). Foto ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Prabowo Subianto lebih baik menarik keluar Partai Gerindra dari koalisi Indonesia Maju di Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Hal itu menyusul penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Saiful Anam kepada RMOL, Senin (30/11/2020).

Menurut Saiful, Prabowo juga harus berhati-hati atas kasus yang menimpa adik angkatnya itu.


“Karena bukan tidak mungkin apabila ada aliran uang, maupun hal-hal yang mengarah kepada turut sertanya juga akan diusut oleh KPK,” tuturnya.

“Apalagi ini kan kita tahu dan diakui oleh Prabowo sendiri, bahwa Edhy ini merupakan orang dekat Prabowo,” sambungnya.

Karena, lanjut Saiful, sejak Edhy ditangkap oleh KPK, maka kemungkinan Prabowo diincar oleh komisi antirasuah itu akan semakin terbuka lebar.

“Koalisi yang lain tentu tersenyum, bahkan terbahak-bahak, melihat tontonan menarik ini semua,” kata Saiful.

Sehingga, Saiful berharap agar Prabowo segera menarik diri dari Koalisi di periode kedua pemerintahan Jokowi ini.

“Untuk itu Prabowo sangat tepat untuk saat ini, menurut saya, untuk menarik diri dari koalisi,” pungkas Saiful.