Cegah Covid-19, Warga Pesantren Diingatkan untuk Terapkan Protokol Kesehatan 3M

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum.
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum.

Sebanyak 156 santri Ponpes Al-Mutawally, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, dinyatakan reaktif Covid-19. Hal ini jadi perhatian Pemprov Jabar.


Reporter : Yayu Lutfiah

Kabar 156 santri Ponpes Al-Mutawally reaktif Covid-19 sampai ke Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum.

Ia pun bergerak dengan memberikan himbauan agar santri, kiai, pengurus pondok pesantren (ponpes), dan masyarakat Jabar disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M.

Adapun 3M yang dimaksud adalah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Kepada para kiai dan masyarakat untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” kata Kang Uu di Kota Bandung, belum lama ini.

Uu mengatakan, pihak pemprov tidak melarang warga untuk berkegiatan. Hanya saja, harus mematuhi protokol kesehatan.

“Saya sampaikan silakan berkegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi jangan lengah menerapkan protokol kesehatannya,” pesannya.

Uu juga menyatakan, kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan amat penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Semua jangan lelah, jangan malas, untuk melaksanakan protokol kesehatan dan PHBS. Kalau lengah, pasti terjadi kasus baru. Tapi kalau kita disiplin, mudah-mudahan penularan Covid-19 bisa dicegah,” tandasnya. (*)

Loading...