Disparpora Cianjur Lakukan Sejumlah Langkah Antisipasi Cegah Penyebaran Covid-19 saat Momen Libur Panjang

Obyek Wisata Kebun Raya Cibodas di Cianjur, Jawa Barat, sebelum penerapan PPKM Level

POJOKSATU.id, CIANJUR – Sekertaris Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur Enung Sri Hayati mengaku sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi jelan momen libur panjang akhir tahun 2020.


Enung menuturkan, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, berdasarkan data Satgas Covid-19, tercatat usai momen libur panjang kerap terjadi penambahan kasus.

Adapun antisipasi yang dilakukan adalah dengan gencar memberikan himbauan terkait protokol kesehatan 3M serta melakukan rapid test kepada pengunjung, baik di destinasi wisata juga di wilayah perbatasan.


“Kami dari sebelum-sebelumnya dari Oktober kemarin, menghadapi kemarin juga sudah ada libur panjang, kita sudah antisipasi sesuai himbauan provinsi dan pusat, kita sudah melaksanakan itu. Bahkan kita selalu bekerja sama dengan dinkes, pertama kita sediakan rapid test di tempat-tempat yang rawan kerumunan, contohnya kita menjadwalkan waktu libur panjang kemarin, rapid tes di puncak. (jika ditemukan) yang reaktif dikembalikan, dilarang masuk Cianjur,” paparnya.

Selain melakukan tes untuk pengunjung, yang juga direncanakan akan dilakukan pada momen libur panjang akhir tahun nanti, pihaknya bekerja sama dengan dinkes kabupaten juga provinsi dan Satgas untuk melakukan swab bagi pengelola.

“Kita bekerja sama dengan dinkes, juga dinkes provinsi kita koordinasi semua, untuk melakukan swab itu untuk pengelola. Untuk menjaga barangkali harus siap dulu,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Enung mengatakan, antusias wisatawan, baik dari Cianjur maupun luar Cianjur, sangat tinggi. Namun, karena penutupan serta pembatasan jumlah kapasitas, dipastikan tingkat kunjungan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kunjungan tahun ini tidak akan sama dengan tahun sebelumnya, karena terpotong tiga bulan, kemudian saat dibuka kembali ada pembatasan-pembatasan tadi,” tandasnya.

Sementara itu, diketahui, Presiden Joko Widodo meminta jatah libur akhir tahun dan pengganti cuti Idul Fitri dikurangi.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Senin (23/11), usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta.

Adapun permintaan tersebut, bertujuan agar masyarakat tak berbondong-bondong pergi berlibur sehingga menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.

Reporter : Gun Gun Gumilar