Cegah Klaster Pilkada, Satgas Kerahkan Puluhan Ribu Duta Perubahan Perilaku

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi. (YouTube BNPB Indonesia)
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi. (YouTube BNPB Indonesia)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 terus berupaya mengantisipasi munculnya klaster pilkada.


Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi mengatakan, potensi tersebut masih bisa muncul, mengingat tahapan kampanye masih akan berlangsung hingga 5 Desember mendatang.

Tidak hanya itu, Satgas pun mencatat dari sejumlah wilayah yang menyelenggarakan pilkada pada 9 Desember nanti, terdapat 13 kabupaten/kota masuk zona merah atau risiko tinggi serta 180 kabupaten/kota masuk risiko sedang.

“Kalau terjadi pelanggaran protokol kesehatan potensinya terciptanya klaster pilkada ini akan besar. Alhamdulillah sejauh ini dengan pengawasan Bawaslu yang baik, belum ada nih dan jangan sampai adalah klaster dari tahapan pilkada ini,” katanya dalam talkshow bertema Perkembangan Pelaksanaan Pilkada, Rabu (25/11).

Meski tidak ada klaster pilkada, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan. Diantaranya dengan mengerahkan duta perubahan lingkungan.

“Kami mencoba menambah personel di sana, kami sudah punya per hari ini sudah 40.422 orang duta perubahan perilaku. Dari 40 ribu tadi, kami melakukan perkuatan pada daerah-daerah yang risiko tinggi,” paparnya.

Tidak hanya itu, pihaknya pun terus mengkampanyekan pilkada sehat atau tidak berisiko.

“Kita, dalam dua minggu ke depan secara terus menerus melakukan kampanye pilkada sehat. Intinya pilkada yang tidak berisiko. Kalau pilkada ini sampai berisiko bahaya,” ucapnya.

Dalam situasi saat ini, masyarakat terutama yang ada di wilayah risiko tinggi untuk lebih berhati-hati serta pihaknya pun akan terus mengingatkan lantaran pada Desember juga ada agenda Pilkades.

“Masyarakat di daerah risiko tinggi lebih sadar bahwa mereka untuk pilkada kali ini harus lebih hati-hati,” tandasnya.

(zul/pojoksatu/adv)

Loading...