Baru Menjabat, Kapolda Jabar Langsung Ingatkan soal Kerumunan

Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri. Foto : Arief/pojoksatu

POJOKSATU.id, BANDUNG-Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri meminta masyarakat Jawa Barat taat kepada aturan pemerintah saat ini, mengenai protokol kesehatan.

Dofiri menegaskan, bahwa saat ini penyebaran virus Covid-19 masih terus terjadi.

“Masyarakat Jabar dalam masa pandemi Covid-19 ini, juga harus mengisi kegiatan ekonomi, dan harus menjalankan aktifitas lainnya, namun tetap menjaga protokol kesehatan,” pesannya, Selasa (24/11/2020).

Dofiri juga memastikan, tak akan segan-segan menjatuhkan sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan.


“Disiplin tetap pada protokol kesehatan. Jika ada pelanggaran kami akan memberikan imbauan, lalu teguran, dan penegakan hukum lebih tegas jika melanggar,” tegas dia.

Dalam memberikan tindakan tegas kepada para pelangga, polisi akan bertindak sesuai undang-undang.

“Ada UU Karantina Kesehatan, ada pasal KUHP, dan itu akan kita tindak tegas jika melanggar,” terangnya.

Dofiri juga memastikan, untuk semua yang sifatnya penertiban, satpol PP dikedepankan.

“Intinya apapun kegiatan harus mengacu pada protokol kesehatan ada aturan hukum. Saya imbau, intinya memperhatikan protokol kesehatan, jika melanggar ada sanksi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis sebelumnya mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi.

Kedunya dianggap melakukan pembiaran kerumunan Habib Rizieq di Petamburan Jakarta Pusat dan kawasan Megamendung Kabupaten Bogor.

Saat ini, penyidikk gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan itu.

Bahkan, penyidik juga sudah memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Anies dan Ridwan dipanggil untuk dimintai klarifikasinya.

Sementara di Polda Jabar, penyidik juga memanggil sejumlah pihak terkait kerumunan di Megamendung.

Mereka di antaranya ketua RT setempat sampai dengan Bupati Bogor Ade Yasin.

Namun Ade Yasin tak bisa memenuhi panggilan lantaran terpapar Covid-19 dan harus menjalani perawatan medis di RSPAD. (arf/pojoksatu)