Politisi PAN Protes Keras Pangdam Jaya, Emang Ada Tupoksi TNI Mencopoti Baliho?

Personil TNI membredel spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab. Foto Antara
Personil TNI membredel spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab. Foto Antara

POJOKSATU.id, JAKARTA – Langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurahman yang memerintahkan anak buahnya membredel baliho Habib Rizieq Shihab menuai protes.

Salah satunya datang dari politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus yang menilai langkah itu bukan bagian dari tupoksi TNI.

Hal itu sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“UU TNI 34/2004 kan jelas tupoksinya. Tidak ada itu soal pencopotan atau penegakan,” ujar Guspardi kepada JawaPos.com, Minggu (22/11/2020).

Dalam Pasal 5 UU 34/2004, kata Guspardi, menyatakan bahwa TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Begitu juga pada Pasal 7 ayat 2 poin b.

“bahwa tugas dan fungsi TNI di luar operasi militer selain perang dapat membantu Polri dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang,” papar anggota Komisi II DPR RI itu.

Karena itu, legislator asal Padang ini menilai tindakan TNI membredel baliho HRS itu berlebihan.

Untuk sekedar mencopoti baliho, bisa dilakukan Satpol PP saja.

Loading...