Pertemuan Gaib di Gunung Merapi Dirasakan Mbah Mijan, Magma Menuju Permukaan

Gunung Merapi menggeliat lagi. (Twitter/@frekom_diy)
Gunung Merapi menggeliat lagi. (Twitter/@frekom_diy)

POJOKSATU.id, JOGJAKARTA – Paranormal Mbah Mijan menyebut ada pertemuan gaib di Gunung Merapi.


Pertemuan gaib itu dirasakan Mbah Mijan pada Minggu (22/11) dini hari.

“Sungguh aneh, berasa mimpi tapi lagi gak tidur. Sehabis makan mie rebus pukul 01.30, sengaja duduk di balkon lantai atas sambil “ngebul”. Tiba-tiba, denger suara kerincing kuda,” kata Mbah Mijan dalam postingannya di Twitter  @mbah_mijan.

“Nampaknya, pertemuan ghaib pagi ini ada di Merapi. Beginian, boleh kalian percaya boleh enggak sih,” sambungnya.

Pertemuan gaib di Gunung Merapi kali ini diikuti Ratu Laut Selatan, Nyi Roro Kidul.

“Dini hari, ada meeting besar di Merapi yang melibatkan “Ibu Selatan”, sepertinya ada “wigati” serius,” imbunya.

Mbah Mijan berharap pertemuan gaib itu dalam rangka menjaga ketenangan dan kedamaian alam semesta.

“Biasanya, kalo Selatan sampai ikut rapat, hanya ada dua kemungkinan. Baik atau buruk, berkah atau musibah,” kata Mbah Mijan.

Magma Gunung Merapi Semakin Menuju ke Permukaan

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyampaikan perkembangan terakhir aktivitas Gunung Merapi.

Hanik Humaida menyebutkan bahwa magma Gunung Merapi semakin menuju ke permukaan.

“Aktivitas Merapi sampai saat ini tingkatnya masih tinggi, baik kegempaannya, kemudian deformasinya, dan guguran juga masih sering terjadi. Hal ini semakin menunjukkan bahwa magma semakin menuju ke permukaan,” katanya di Magelang, Jumat, dikutip Antara.

Ia menyampaikan hal tersebut kepada pers saat mendampingi kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengunjungi tempat pengungsian Merapi di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Namun, menurut data sampai saat ini, erupsi Gunung Merapi tidak seperti tahun 2010, diprediksi seperti tahun 2006, kira-kira efeknya seperti itu. Jadi nanti ada kubah lava kemudian ada awan panas.

Ia menyebutkan untuk potensi daerah bahaya karena bukaan kawah itu ada di sisi tenggara maka potensi masih ada di sisi tenggara, namun demikian karena guguran itu beberapa kali terjadi pusatnya ada di sisi barat dan barat laut sehingga kemungkinan potensi juga ada di arah barat dan barat laut.

“Kita sudah menentukan jarak lima kilometer untuk barat, barat laut sampai dengan tenggara itu agar mulai dilakukan kewaspadaan,” katanya.

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di kawasan rawan bencana (KRB) III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten di Jawa Tengah diminta mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

(one/pojoksatu)

Loading...