Xenia Digiring Hantu ke Hutan Pacet Pas Malam Jumat, Ternyata Dulunya Lokasi Penemuan Banyak Mayat

Mobil yang dibawa hantu di hutan Pacet Mojokerto (ist)

POJOKSATU.id, MOJOKERTO— Mobil Xenia milik Suryadi yang dibawa hantu ke hutan Pacet, Mojokerto, ternyata bukan kali pertama hal serupa terjadi. Sudah sering mobil kesasar ke tengah hutan itu.


Kardono, warga Dusun Made, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (15/11) menceritakan, lokasi tersebut memang angker dan sering ada orang ke sasar ke tempat tersebut.

Lokasi hutan Pacet ini merupakan kawasan Gunung Arjuno, Jawa Timur.

Kardono mengatakan, di lokasi tersebut, warga juga sering melihat penampakan mahluk halus dengan berbagai wujud.


Biasanya, mahluk halus ini terlihat penampakannya menjelang Magrib hingga tengah malam. Kadang sosok perempuan dan kadang sosok anak-anak.

Menurut Kardono, ada cerita mistis dan pilu di lokasi yang dikenal angker tersebut.

Yakni, pada tahun 2002 lalu saat pemandian air panas Pacet terjadi banjir bandang.

Di lokasi mobil kesasar itulah ditemukan banyak jenazah korban yang terbawa arus banjir bandang dari lokasi pemandian air panas Pacet yang berada di atasnya.

Seperti diketahui, tahun 2002 lalu, terjadi banjir bandang dan longsor di Pemandian Air Panas Pacet yang menewaskan 24 orang.

Dimana rata rata yang meninggal merupakan anak-anak. Anak-anak yang umumnya berusia antara empat sampai sepuluh tahun jelas tak berdaya atau tidak dapat menyelamatkan diri.

Saat itu, sebagian besar pengunjung adalah anak-anak yang diantar ibu mereka. Sejumlah saksi mata menuturkan, awal petaka bermula ketika hujan deras terus-menerus mengguyur objek wisata itu.

Beberapa saat setelah hujan mereda, keceriaan anak-anak pun berganti duka.

Sementara itu, pengendara mobil Xenia putih L 1034 FU, Suryadi (31), yang tinggal di Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengaku tak merasakan keanehan saat memasuki pintu Tol Malang menuju Surabaya sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saya mau pulang ke Surabaya, saya memang gak paham jalan saya pakai google map. Cuman saya gak lihat HP, dengerin saja pakai headshet,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/11).

Hanya saja, dia mulai merasakan keanehan sejak dialihkan google map memasuki Tol Pandaan, Pasuruan.

“Dari Malang ke Surabaya tolnya kan sampai Waru. Nah sampai Tol Purwodadi saya disuruh belok keluar Tol Pandaan,” bebernya.

Hal mistis semakin mulai dirasakannya lantaran dirinya sempat merasa ada seseorang yang mengetuk pintu kaca mobil sebelah kirinya usai keluar tol.

“Saya tetap ikutin di situ, setelah jalan kaca kiri saya yang sebelah kiri ada yang ngetok. Nah saya mulai merinding di situ,” aku pria yang mengenakan baju batik ini.

Dirinya masih terus melanjutkan perjalanan dengan kecepatan 80 hingga 100 kilometer per jam, dan sesuai petunjuk yang diarahkan google map. Dia tak merasakan melalui jalan batuan saat itu.

Hingga akhirnya ia milih menghentikan kendaraannya satu jam kemudian.

“Yah perasaan saya jalan masih bagus sampai sini dan gak ketemu orang sama sekali. Mobil gak bisa jalan pas digas. Saya turun, saya senter pakai lampu stir ternyata hutan gak ada rumah sama sekali,” bebernya.

Ia pun menyadari jika berada di tengah hutan. Tak hanya itu ternyata ia melewati jalan terjal penuh bebatuan.

Menurutnya, selama perjalanan ia melewati jalan dengan kondisi bagus bahkan ia melaju dengan kecepatan antara 80 km hingga 100 km per jam.

“Sebelum aku turun dan gas ya seperti jalan bagus, dan jalannya lurus kanan kiri kabut. Saya dari Malang pukul 18.30 WIB dan di lokasi sekitar 20.30 WIB. Sedangkan di dalam mobil sekitar satu jam,” kata dia.

Usai menghentikan kendaraan, dan mencek lokasi tempat dirinya tersesat. Suryadi mencoba menghubungi orang terdekatnya namun tak mendapatkan respons.

Hingga akhirnya memilih menghubungi “Suara Surabaya” untuk meminta pertolongan. Mendengar kejadian tersebut petugas Polsek Pacet bersama relawan dan warga setempat segera menuju ke lokasi mobil yang terjebak sejak pukul 21.00 WIB.

“Mobil berhasil dievakuasi sekitar pukul 23.15 WIB,” ungkap Made Zakaria, salah satu relawan yang membantu proses evakuasi mobil Xenia berwarna putih dengan nopol L 1034 FU tersebut.

 

(ral/int/pojoksatu)