Anies Baswedan Berpotensi Menang, Tapi Surya Paloh Bisa Membelok

Anies Baswedan. (Instagram)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Potensi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut dan memenangkan konvensi calon presiden yang rencananya digelar Partai Nasdem cukup besar.

Hal itu dikatakan politik politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin.

“Jika Nasdem akan buka konvensi itu merupakan hal yang wajar. Pertama, karena Nasdem tak punya kader internal yang mumpuni untuk dijadikan capres dan cawapres. Dan kemungkinan besar Anies akan ikut (konvensi Nasdem), karena Anies butuh partai,” kata Ujang Komarudin.

Menurutnya, potensi Anies ikut konvensi dan memenangkan konvensi tersebut sangat terbuka lebar. Namun begitu, politik tetaplah dinamis dan masih cair menjelang 2024.


“Anies di konvensi menang cukup besar. Dan potensi Anies didukung Nasdem juga besar. Namun politik tak bisa ditebak. Bisa saja di tengah jalan Nasdem berbelok arah dan mendukung yang lain. Semua masih serba mungkin,” katanya.

Adapun terkait poster Anies di baliho Nasdem dalam rangka HUT partai, disinyalir hanyalah upaya tes ombak alias testing the water kekuatan partai besutan Surya Paloh itu.

“Mungkin sedang testing the water. Sudah mulai dilakukan pemasangan poster-poster itu. Tapi, potensi Anies ikut konvensi dan di konvensi menang cukup besar. Dan potensi Anies didukung Nasdem juga besar,” tandas Ujang Komarudin.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan di dalam perencanaan perjalanan partai dua tahun ke depan, Partai NasDem akan menggelar konvensi calon presiden atau Capres 2024.

Rencana tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI yang juga Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Prof Jimly Asshiddiqie. Ia menyebut rencana tersebut bagus.

Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini menyarankan sebaiknya konvensi calon presiden diatur dalam UU Partai Politik.

“Kalo mau ideal menata sistem, RUU Pemilu pakai saja dengan pembenahan omnibus revisi juga UU Parpol dan lain-lain yang saling terkait,” kata Jimly.

“Konvensi terkait status Ketum Parpol yang mesti profesional dan tidak jadi calon pesaing. Maka Ketum tidak jadi rebutan. Capres/cakada haruss via konvensi. Dijamin parpol jadi profesional,” sambung Jimly.

(one/pojoksatu)