Cegah Second Wave Pandemi, Satgas Ingatkan Tetap Waspada dan Patuhi Protokol Kesehatan

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (foto: Satgas Covid-19)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat Indonesia untuk waspada.


Sebab saat ini, masyarakat di berbagai belahan dunia sedang mengalami fenomena second wave pandemi Covid-19.

Dijelaskan, second wave atau lonjakan kedua adalah tren kenaikan kasus yang kembali memuncak setelah mengalami kurva penambahan kasus yang melandai.

“Lonjakan kasus, merefleksikan kenaikan kasus aktif atau orang yang sakit, baik yang tengah menjalani isolasi atau dirawat akibat Covid-19,” katanya dilansir dari laman resmi Satgas Covid-19.


Berdasarkan pernyataan World Health Organization (WHO), gejala Covid-19 akan muncul atau dapat dirasakan setelah 5 atau 6 hari dari terpapar virus Covid-19. Atau juga, paling lama dapat dirasakan setelah 14 hari, bahkan terkadang tidak tampak sakit.

“Pada umumnya, ada dua istilah untuk membedakan pasien Covid-19. Ialah, asimtomatik yang berarti dapat menularkan tanpa menunjukkan gejala apapun dan presimptomatik yang berarti orang yang masih dalam tahap pengembangan gejala atau berada dalam masa inkubasi,” jelasnya.

Pihaknya juga merujuk pada tiga 3 penelitian yaitu dari Kronbichler et al pada 506 pasien dari 36 studi (2020), He et al pada 50 pasien dari 114 studi (2020), dan Yu et al pada 79 pasien dari 3 Rumah Sakit di Wuhan China tahun 2020.

Disampaikan, ketiga penelitian itu menyatakan bahwa kebanyakan penderita Covid-19 yang tidak bergejala adalah populasi berusia muda dan berpotensi menularkan orang-orang sekitarnya.

“Hal ini fenomenanya juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil riset itu, apabila seseorang terlihat sehat, bukan berarti mereka terbebas atau tidak berada dalam kondisi sakit,” paparnya.

Oleh karena itu, Wiku meminta masyarakat untuk terus menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.

Pasalnya, efektifitas penekanan risiko penularan akan lebih maksimal dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Saya himbau masyarakat jangan lengah, karena pandemi masih berlangsung. Dan saya apresiasi seluruh elemen, baik tenaga kesehatan, komunitas, pemerintah dan masyarakat karena kerjasamanya bisa bertahan di mas pandemi Covid-19 sampai sekarang,” tandasnya.

(zul/pojoksatu/adv)