Suka atau Tidak, Jokowi Harus Terima Tawaran Rekonsiliasi Habib Rizieq, Kalau Tidak Bahaya Makin Besar

Momen pertemuan Habib Rizieq Shihab dan Presiden Jokowi pada Aksi 212 tahun 2016 silam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengamat politik Jamiluddin Ritonga turut menanggapi wacana rekonsiliasi yang disampaikan Habieb Rizieq Shihab (HRS).


Menurutnya, tawaran rekonsiliasi itu harus direspon positif oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu didasarkn atas gesekan politik antara kedua belah pihak yang semakin menguat.


Terlebih lagi, HRS memiliki massa yang cukup banyak. Jadi, suka atau tidak, Jokowi harus menerima tawaran tersebut.

Demikian disampaikan sosen Universitas Esa Unggul itu saat dihubungi PojokSatu.id di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

“Suka atau tidak suka, pemerintah harus menerima tawaran rekonsiliasi HRS. Massa pendukungnya cukup besar, gesekan kepentingan Jokowi, PA 212 dan HRS semakin menguat,” ujarnya.

Ia mengatakan, gesekan kepentingan tersebut terlihat saat demo besar-besaran kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberapa tahun lalu.

Meskipun Jokowi tidak terlibat dalam kasus tersebut, namun, kubu HRS menilai orang nomor satu di Indonesia itu mendukung Ahok.

“Gesekan tersebut makin menguat sejak kasus penistaan agama dilakukan Ahok. Jokowi tidak terlibat dalam kasus ini, tapi pihak HRS dan kawan-kawannya menilai Jokowi berpihak kepada Ahok,” ungkapnya.