Kebakaran Gedung Kejaksaan, Polri Jadwalkan Pemeriksaan Konsultan Perencana Pengadaan

Gedung Kejaksaan Agung RI yang terbakar jadi tontonan warga pada Minggu (23/8/2020) pagi. Foto Rakyat Merdeka

POJOKSATU.id, JAKARTA- Penyidik gabungan Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap konsultan perencana pengadaan aluminium composite panel (ACP) berinisial JM.


Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.

“Hari ini, tim penyidik gabungan memeriksa saksi JM selaku konsultan perencana pengadaan ACP,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, Rabu (11/11).

Selain JM, penyidik Polri juga menjadwalkan permintaan keterangan terhadap saksi ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada Selasa (10/11) kemarin.


Namun, kata Sambo, saksi ahli tersebut tidak hadir.

“Saksi ahli LKPP kemarin tidak hadir. Selanjutnya akan dijadwalkan pemeriksaan secepatnya,” kata Sambo.

Dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung, penyidik Polri telah menetapkan delapan orang menjadi tersangka dengan inisial S, H, T, K, IS, UAM, RS, dan NH.

Tersangka S, H, T, dan K adalah tukang bangunan, IS adalah tukang wallpaper, UAM merupakan mandor. Sementara RS adalah Direktur PT APM yang memproduksi cairan pembersih Top Cleaner. Terakhir, tersangka NH sebagai Kasubbag Sarpras dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejaksaan Agung.

Para tersangka dikenai Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga 5 tahun penjara.

Penyebab terjadinya kebakaran karena lima orang tukang telah lalai merokok di ruang Aula Biro Kepegawaian lantai 6 Gedung Utama Kejaksaan Agung. Saat itu, mereka sedang memperbaiki ruangan sambil merokok, padahal ada bahan-bahan yang mudah terbakar seperti lem, tiner, kertas, dan karpet.

(dhe/pojoksatu/fin)