BNPB Ingatkan Pemda Siapkan Pengungsian Erupsi Merapi Sesuai Protokol Kesehatan

Doni Monardo. (ist)
Doni Monardo. (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menuturkan, pihaknya terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD yang wilayahnya berpotensi terdampak erupsi Gunung Merapi.

Seperti diketahui, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan status aktivitas GunungMerapi menjadi level III atau Siaga.

Adapun kenaikan status tersebut tertanggal mulai Kamis (5/11) lalu, pada pukul 12.00 WIB.

BNPB pun mengidentifikasi wilayah administrasi di tingkat kabupaten yang telah menetapkan status keadaan darurat dalam menyikapi potensi erupsi gunung yang berbatasan di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kabupaten Sleman di DIY telah menetapkan status tanggap darurat, yang berlaku sampai dengan 30 November 2020.

Sedangkan tiga wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah sedang mempersiapkan surat keputusan penetapan status, seperti Kabupaten Boyolali, Magelang dan Klaten.

Meskipun secara administrasi status keadaan darurat sedang dalam proses, pemerintah daerah telah melakukan kewaspadaan dalam mengantisipasi erupsi.

Tidak hanya itu, kata Doni, pihaknya juga terus memonitor persiapan dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam upaya kesiapsiagaan, seperti antisipasi evakuasi warga di tengah pandemi Covid-19.

“Bila tempat pengungsian belum layak agar koordinasikan dengan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB dan BPBD sehingga bisa tetap terjaga protokol Kesehatan,” kata Doni dikutip dari laman resmi BNPB, Minggu (8/11)

Doni pun mengingatkan, jika tempat pengungsian berisiko, maka upaya yang dapat dilakukan misalnya memisahkan dengan aman kelompok rentan.

Seperti lanjut usia, warga dengan komorbid, anak-anak, balita dengan orang dewasa.

(zul/pojoksatu/adv)

Loading...