Lapas Pekanbaru Darurat Covid-19, Yasonna Laoly Jangan Diam saja

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota DPR RI, Achmad, mendesak Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly turun tangan menangani wabah Covid-19 di Lapas Kelas II A Pekanbaru.


Pasalnya, virus asal kota Wuhan China itu semakin mengancamam keselamatan nyawa narapidana yang ada dalam lapas.

Demikian disampaikan Achmad dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/11/2020).

“Menteri Hukum dan HAM harus turun ke Riau memastikan keselamatan warga Lapas,” tegas Ahmad.


Menurut politisi Partai Demokrat itu, berdasarkan data yang diterima ada sebanyak 1.502 narapidana berdasarkan tes swab masal.

Dari hasil tersebut, lanjut Achmad, sementara yang telah tercatat 257 orang dinyatakan positif Covid-19. Dimungkinkan angka ini akan bisa terus bertambah.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah pusat untuk mengantisipasi penularan tersebut.

Sebab, jika tak ditangani dengan cepat, tidak menutup kemungkinan akan terjadi situasi yang buruk lagi dan lebih membahayakan orang banyak.

“Ini bisa bertambah lagi karena belum semuanya (tes wab,red). Ini kan mengancam keselamatan para penghuni lapas dan juga warga sekitar itu,” jelasnya.

Kendati begitu, Ia menilai, anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan 3M (menggunakan masker, mencuci tangang dan menjaga jarak) memang sudah bagus.

Namun, dalam hal ini sudah tidak efektif dan tidak memungkinkan lagi cara itu. Pasalnya kondisi saat ini dalam Lapas Kelas II A Pekanbaru sudah darurat karena kasus positif terus bertambah.

Selain itu, tambah anak buah Agus Harimurti Yudhoyono itu, upaya isolasi mandiri juga tidak bisa dilakukan karena lapas sudah melebihi kapasitas.

“Saya sudah hubungi Kakanwil Kemenkumham Riau. Mereka hanya menyarankan untuk menerapkan 3M,” tuturnya.

“Saya bilang itu sudah tidak mungkin lagi, karena ini sudah emergency. Kalau diminta untuk isolasi mandiri, mau bagaimana, tempatnya penuh,” pungkas Achmad.

(muf/pojoksatu)