Begal Sepeda Tak Bisa Ditangkap, Kapolda Metro ‘Salahkan’ CCTV, Padahal Lebih 7.700 Terpasang

POJOKSATU.id, JAKARTA— Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengalami kesulitan mengungkap kasus begal sepeda di DKI Jakarta. Kapolda menganggap CCTV di Jakarta masih kurang jumlahnya.


Menurut Kapolda Metro, yang menjadi penyebab sulitnya begal pesepeda terungkap lantaran masih minimnya CCTV di lokasi-lokasi yang rawan terjadinya tindak kejahatan.

“Penyidik mengalami kesulitan untuk mengungkap kasus pembegalan lantaran minimnya CCTV,” kata Irjen Nana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (03/11/2020).


Karena itu, Kata Nana, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk penambahan CCTV di wilayah rawan terjadinya aksi pembegalan sepeda.

“Terkait CCTV kita anggap masih kurang, kami terus koordinasi dari Kepolisian dan Pemprov (DKI) untuk pasang (kamera) lagi yang kita anggap lokasi rawan,” ujarnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memetakan kawasan rawan begal pesepeda di wilayah Jakarta. Pesepeda diimbau untuk tidak bersepeda di kawasan tersebut sendirian.

Pemetaan kawasan rawan begal pesepeda dilakukan oleh jajaran polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Beberapa kawasan rawan begal pesepeda di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, dan Jalan Medan Merdeka.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Jakarta Smart City, Yusdhistira Nugraha mengatakan saat ini CCTV yang dimiliki Pemprov DKI langsung terhubung dengan Jakarta Smart City.

Saat ini ada sekitar 7.700 CCTV yang terhubung ke Jakarta Smart City.

Pihak Jakarta Smart City juga bekerja sama dengan beberapa platform digital untuk mengetahui kondisi Jakarta terkini.

Selain CCTV yang resmi dipasang pemerintah, beberapa lembaga atau instansi baik swasta maupun pemerintah juga memasang CCTV.

Selain itu, rumah rumah pribadi atau properti milik pribadi juga banyak yang memasang CCTV di wilayah DKI Jakarta.

(fir/pojoksatu)