Ngenas Nasib Penyebar SARA Lalu Agus Wirawan, Denny Siregar Ngadu ke Mahfud MD

Lalu Agus Wirawan menjalani perawatan di rumah sakit. Twitter/@then_kimberly

POJOKSATU.id, LOMBOK – Nasib tersangka penyebar SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) di media sosial, Lalu Agus Firad Wirawan dikabarkan semakin memprihatinkan.

Lalu Agus Firad Wirawan tidak hanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, pendukung Jokowi itu juga dipersekusi dan diusir dari rumahnya.

“Barusan saya dapat berita sdr kita di Lombok dipersekusi, setelah diputuskan bersalah oleh pengadilan, di dalam penjara diduga mau ‘dihabisi’. Anak istrinya diduga diusir dari rumahnya sendiri diduga oleh radikalis/teroris,” kata pemilik akun @then_kimberly.

Ia membagikan foto pria diduga Lalu Agus Wirawan menjalani perawatan di rumah sakit. Namun belum diketahui apakah foto itu baru atau foto lama.


Pegiat media sosial Denny Siregar membagikan dan mengomentari twit @then_kimberly. Ia mengadukan hal tersebut kepada Menko Polhukam Mahfud MD dan Div Humas Polri.

“Saya dengar berita tentang Lalu Agus Wirawan di Lombok yang teraniaya hanya karena dianggap penista agama. Moga-moga pak @mohmahfudmd dan @DivHumas_Polri bisa menengok kembali kasusnya,” tulis Denny Siregar.

Lalu Agus Firad Wirawan dilaporkan sekelompok masyarakat ke polisi lantaran kerap membuat postingan berbau SARA di media sosial pada Juli 2020 lalu.

Rumah Lalu Agus Wirawan sempat didatangi puluhan massa. Bahkan dia dan keluarganya sempat diusir oleh warga.

Berbekal laporan masyarakat, polisi akhirnya menangkap Lalu Agus Wirawan pada Senin pagi kemarin (27/7) sekitar pukul 06.30 Wita.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Lalu Agus Wirawan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

“Ya benar, yang bersangkutan diamankan tadi pagi sekitar pukul 06.30 Wita, karena diduga membuat postingan berbau Sara. Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin (27/7).

Lalu Agus Wirawan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena beberapa postingannya dianggap berbau sara.

“Kalau semua cara Arab dianggap Islami, lama2 rukun iman nambah jadi 7, yg terakhir perkosa pembantu! #SaveKelepon”ungkapnya,” kata Lalu Agus Wirawan dalam postingannya pada 21 Juli 2020.

Dalam postingan yang lain, Lalu Agus Wirawan menyinggung Nabi Muhammad SAW dan perjuangan gerakan 212.

“Mungkin baginda Nabi akan kena serangan jantung kalau melihat ketololan kadrun Penyundal Agama 212 ini,” tulisnya pada 25 Juli 2020.

Postingan tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia pun dilaporkan oleh beberapa perwakilan masyarakat dengan Lp/k/551/viii/2020/NTB/Polresta Mataram 19 Agustus 2020. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti disimpulkan bahwa Agus Wirawan melakukan perbuatan melawan hukum.

Selanjutnya Agus Wirawan ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat melanggar pasal 46 a ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI no 19 tahun 2016 tentang ITE.

(der/pojoksatu)