Irjen Napoleon Tolak 3 Miliar untuk Hapus Res Notice Djoko Tjandra, “Apaan nih Segini, Naik jadi 7, Kan Bukan Buat Saya Sendiri”

Sidang perdana Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Senin (2/11/2020)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Irjen Napoleon Bonaparte memasang tarif penghapusan red notice Djoko Tjandra sebesar Rp7 miliar.


Hal itu terungkap dalam pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta, Senin (2/11/2020).

Pada 16 April 2020, Tommy Sumardi yang merupakan rekan bisnis Djoko Tjandra, menemui Napoleon di ruang kerjanya di lantai 11 Gedung TNCC Mabes Polri.

Tommy Sumardi menanyakan status red notice Djoko Tjandra.


Menurut Jaksa, esok harinya Irjen Napoleon Bonaparte menyampaikan kepada Tommy Sumardi soal pengecekan red notice Djoko Tjandra.

Jenderal polisi bintang dua itu menyanggupi untuk menghapus nama Djoko Tjandra dalam red notice.

Namun yang bersangkutan harus menyiapkan uang sebesar Rp3 miliar.

Saat itu, Irjen Napoleon Bonaparte menyampaikan, “Red notice Djoko Soegiarto Tjandra bisa dibuka, karena Lyon yang buka, bukan saya. Saya bisa buka, asal ada uangnya” ujar Jaksa menirukan ucapan Napoleon.

Tommy Sumardi lantas menanyakan nominal uang yang diminta. Lalu dijawab Irjen Napoleon Bonaparte, “3 lah, Ji (3 miliar),” cetus Jaksa.